Mendikbud, Ketua MPR dan Wakil Ketua DPR RI Kunjungi Sumbawa

oleh -0 views
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendi, M.AP tiba di Sumbawa
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (10/07/2017)

Ketua MPR RI, Dr. H. Zulkifli Hasan SE M.BA, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendi, M.AP, dan Wakil Ketua DPR RI H. Fahri Hamzah SE beserta rombongan mengunjungi Kabupaten Sumbawa sekaligus peletakan batu pertama SMP Muhammadiyah di Kecamatan Utan, dan Pelantikan Santri Baru di Pondok Pesantren Dea Malela, Senin (10/7). Para pejabat negara itu langsung disambut Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah didampingi Anggota Forkopimda dan Kepala SKPD di Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa.

Ketua MPR RI H Zulkifli Hasan tiba di Sumbawa

Di Desa Orong Bawa, Kecamatan Utan tempat peletakan batu pertama SMP Muhammadiyah di Kecamatan Utan, Ketua MPR RI Dr. Zulkifli Hasan SE MBA menyampaikan bahwa untuk memajukan negara harus menguasai ilmu pengetahuan. Pengetahuan ini sangat berkaitan erat dengan pendidikan. “Sekarang ini kita khawatir dengan republik ini, semua diukur dengan uang. Orang dibilang hebat kalau rumahnya bagus, mobilnya empat, meski hasilnya korupsi. Kalau semua karena uang, maka orang akan meninggalkan nilai-nilai, maka kehancuran tinggal menunggu waktu. Saling percaya, itu akan muncul kalau para pemimpinnya bekerja untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan kelompok, golongan atau kepentingan dirinya. Ketiganya ini saya lihat sudah mulai memudar. Untuk itu kita semua harus bersatu saling menghargai,” kata Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum PAN ini.

Baca Juga  Siswa SDIT Samawa Cendekia Panen Jagung

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendi, M.AP menyampaikan, semua institusi dan organisasi yang sadar untuk memajukan Indonesia akan disupport oleh pemerintah. “Saya menggaris-bawahi bahwa pesantren adalah salah satu bentuk pendidikan di Indonesia yang sudah teruji pada zamannya karena sudah ada sejak tahun 1.600-an, terutama di Jawa,” katanya.

Karenanya dengan peletakan batu pertama ini, Prof Muhajir berharap keberadaan SMP Muhammadiyah ini akan menjadi titik tolak kebangkitan kembali wilayah Utan Kabupaten Sumbawa. (JEN/SR)

iklan bapenda