KKN UTS Fokuskan Pemberdayaan dan Pengembangan SDM

oleh -13 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (10/07/2017)

Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) resmi melepas 288 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Senin (10/7). Pelepasan ini dilaksanakan di Gelanggang Olahraga (GOR) UTS yang baru saja tuntas dibangun. Mereka akan dibagi menjadi 17 kelompok kerja dan akan tersebar di 16 desa wilayah Kecamatan Moyo Hilir dan Moyo Utara. Program yang terlaksana untuk kedua kalinya ini mengusung tema “Kolaborasi Ilmu Membangun Masyarakat Sumbawa” dengan menekankan pada pemberdayaan dan pengembangan sumber daya manusia. Misinya mengembangkan kepekaan sosial mahasiswa terhadap kondisi masyarakat tempat mereka menyelenggarakan program KKN. Selain itu, hadirnya mahasiswa KKN di tengah-tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi titik temu pelaku akademik dan permasalahan di masyarakat guna menemukan solusi terbaik.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UTS, Sahri Yanti mengharapkan KKN tahun ini harus lebih baik dari sebelumnya. Program-program yang diterapkan harus lebih kreatif sehingga potensi di lokasi KKN dapat digali dan dikembangkan sebagai wujud nyata keterikatan dunia kampus dengan masyarakat berpedoman pada UTS Bangun Desa. Mengingat pentingnya komunikasi dengan masyarakat setempat, Sahri berpesan agar mahasiswa KKN menjaga sopan santun dalam berbicara dan bertindak, mematuhi adat istiadat serta aturan agama yang akan menjaga nama baik almamater UTS.

Lebih lanjut dijelaskan Sahri, program KKN tersebut mengacu pada Rencana Induk Penelitian (RIP) UTS dengan empat sektor utama yang menjadi fokus pengabdian masyarakat dalam kegiatan KKN. Adalah ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan sosial, dan lingkungan hidup. Karenanya mahasiswa diminta membuat program unggulan sesuai dengan kebutuhan desa dan RIP UTS. Selain program unggulan, mahasiswa juga diharuskan membuat program individu sesuai dengan keilmuannya masing-masing yang dilakukan secara rutin selama pelaksanaan KKN. “Pada akhirnya, setelah lulus mahasiswa akan kembali ke masyarakat untuk menerapkan keilmuan yang telah dipelajari di perguruan tinggi. Melalui KKN ini, diharapkan mahasiswa belajar pengaplikasian keilmuannya serta bagaimana mengkolaborasikan berbagai keilmuan untuk menjawab permasalahan yang ada di sekitar,” imbuhnya.

Baca Juga  Konvoi Kelulusan, Sekelompok Pelajar Terjaring Polisi

Rektor UTS, Dr. Andy Tirta menambahkan bahwa terlaksananya KKN yang baik tidak hanya bermanfaat untuk mahasiswa tetapi juga masyarakat. “Simple-nya, mahasiswa belajar untuk dirinya sendiri sebagai pembelajaran hidup di masyarakat dan nantinya mereka bisa mengaplikasikan ilmunya,” jelasnya.

Salah satu peserta KKN UTS, Masmulyadi berharap KKN dilaksanakan ini dapat memberikan contoh yang baik dan memberikan pengabdian yang bermanfaat untuk masyarakat saat ini dan di masa mendatang. Untuk diketahui tahapan kegiatan KKN UTS 2017 telah dimulai sejak 6 Mei 2017 lalu dengan dilaksanakan pembekalan KKN bagi seluruh peserta. Saat ini, setiap kelompok sudah menuju desa yang sudah ditentukan. (JEN/SR)

iklan bapenda