Inilah Langkah Cerdas Poktan Orong Monar I KSB

oleh -1 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (07/07/2017)

Pola tanam padi beruntun sampai tiga kali sebenarnya tidak dianjurkan karena bisa mengakibatkan kerusakan tanah dan rentan terserang hama maupun organisme pengganggu tanaman. Pasalnya tidak ada kesempatan bagi tanaman untuk beristirahat guna memutus siklus hama dan penyakit dalam tanah. Namun bagi Kelompok Tani (Poktan) Orong Monar I terpaksa menanam padi 3 kali setahun. Pasalnya kondisi lahan yang tidak memungkinkan untuk menanam tanaman lain selain padi. Selain itu debit air setiap tahun diperkirakan mencukupi untuk melakukan penanaman hingga tiga kali. Langkah yang dilakukan Poktan ini dinilai cerdas dan mendapat apresiasi dari TNI dan Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Sumbawa Barat.  Sebab pola tersebut mampu meningkatkan daya tahan pangan di KSB.

Ditemui SAMAWAREA, Ketua Poktan Orong Monar I, Illimudin S.Pd MM, Jumat (7/7) mengaku pola tanam padi tiga kali setahun ini baru pertamakali dilaksanakan kelompok taninya. Selama ini mereka menanam padi hanya dua kali dan sekali tanam palawija. Tapi cara itu membuat mereka selalu mengalami kegagalan. “Kami tanam jagung tapi jagungnnya menguning karena selalu tergenang air, begitu juga dengan kedelai juga gagal. Karena itu kami coba pada tahun ini menanam padi,” katanya.

Ia mengaku paham akan resiko yang akan dihadapi seperti terserang penyakit. Untuk menghindarinya, petani menyiasati dengan menggunakan cara tanam cepat yaitu sistem Tabela (tanam benih langsung) yang hanya membutuhkan waktu 2,5 bulan lebih cepat dari tanam biasa. Dengan cara tanam ini diprediksikan pertengahan September mendatang petani sudah panen. “Langkah yang kami ambil ini sangat membutuhkan peran pemerintah dalam penyediaan obat-obatan dan ketersediaan pupuk yang tepat waktu. Karena di musim tanam ketiga ini harus lebih mendapatkan perhatian karena rentan terserang penyakit,” pintanya.

Baca Juga  Dorong Aktivitas di Rumah, PD Salimah Sumbawa Bagi-Bagi Bibit Gratis

Disinggugn mengenai harga gabah pasca panen nanti, Illimuddin mengaku tidak khawatir. Biasanya mulai dari tanam kedua hingga ketiga harganya tetap stabil bahkan cenderung naik. Di bagian lain Illimuddin berharap pemerintah membangun jalan usaha tani menuju Orong Monar I. Sebab selama ini untuk mencapai jalan utama membutuhkan biaya transport yang tidak sedikit.

Plt Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan KSB, Marlin Rahardi menilai Poktan Orong Monar I melakukan langkah cerdik. Petani setempat mampu melihat kondisi lahan dan air serta peluang sehingga tidak memaksakan menanam palawija melainkan tanam padi meski tdiak dianjurkan. “Sistemnya juga sangat cerdik, dengan menggunakan sistem Tabela sehingga bisa mengirit waktu, tanamannya kokoh yang membuat hasil bisa maksimal,” ujarnya.

Mengenai ketersediaan pupuk dan obat-obatan, Marlin menjaminnya. “Kami (pemerintah) dan TNI menjamin itu semua. Apa yang dibutuhkan petani kami siap memback-up,” tukasnya. Sedangkan aspirasi jalan usaha tani, akan diupayakan Tahun 2018 mendatang. Itupun harus ada kerjasama dengan para petani. “Petani harus rela memberikan tanahnya untuk dibuat jalan usaha tani,” imbuhnya.

Sementara itu Dandim 1607 Sumbawa, Letkol ARM Sumanto S.Sos, TNI tetap komit turun lapangan untuk mengecek dan memastikan terpenuhinya kebutuhan petani, di samping pemanfaatan lahan yang maksimal. Ia memberikan apresiasi langkah Poktan Orong Monar yang tetap memaksimalkan lahannya untuk bercocok tanam, sehingga tidak ada lahan yang kosong atau menganggur. Selanjutnya soal akses jalan, Dandim mengatakan, TNI memiliki program TMMD dan Karya Bhakti. Karena itu pihaknya siap membangun jalan usaha tani. “Bersama petani dan Dinas Pertanian, kami siap mewujudkan aspirasi petani,” pungkasnya. (HEN/SR)

iklan bapenda