Wujudkan Kota Pusaka Sumbawa, Bupati Instruksikan Bentuk Tim Koordinasi

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (06/07/2017)

Kabupaten Sumbawa yang telah resmi menjadi Anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) sejak April 2017 lalu. Peresmian yang berlangsung di Gianyar Bali ini dihadiri Wabup Sumbawa yang sekaligus menerima Sertifikat Keanggotaan dari Presidium JKPI. Untuk mengaktualisasikan keberhasilan menjadi anggota JKPI guna mendorong lintas sektoral melalui program pelestarian warisan budaya dan alam, Bupati telah menginstruksikan untuk membentuk tim koordinasi.

amdal

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Junaidi, M.Si, Selasa (4/7) menemui Bupati Sumbawa untuk melaporkan hasil koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata maupun Direktur Eksekutif JKPI sebagai tindak lanjut resminya Kabupaten Sumbawa sebagai Anggota JKPI. Dalam laporannya H. Jun menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa diharapkan segera membentuk Tim Koordinasi Pelestarian dan Pengembangan Warisan Budaya dan Alam Indonesia di Kabupaten Sumbawa sebagaimana yang telah dibentuk di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI. Tujuannya, untuk lebih mengakselerasi maupun mensinergikan program yang ada di pusat dengan di daerah dalam pelestarian dan pengembangan warisan budaya dan alam Indonesia yang sangat potensial serta memiliki multiplayereffect bagi inovasi dan kesejahteraan masyarakat.

 

Kepala Disporabudpar Sumbawa, Ir. H. Junaidi M.Si menyerahkan Sertifikat Keanggotaan JKPI kepada Bupati Sumbawa

Menanggapi laporan itu Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, B.Sc mengapresiasi inovasi dan keberhasilan kinerja tim yang telah mengantarkan Kabupaten Sumbawa sebagai anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dan satu-satunya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Bupati meminta kepada Tim Perumus Kota Pusaka agar segera mewujudkan Tim Koordinasi yang akan mengggerakkan seluruh unsur terkait guna mewujudkan kota pusaka yang diharapkan mampu menjadi bagian penting dari ikhtiar Sumbawa hebat dan bermartabat. “Agar segera dibentuk Tim Koordinasi, dan bekerja bersama-sama antar perangkat daerah untuk mewujudkan implementasi kota pusaka di Kabupaten Sumbawa,” ujar Haji Husni—sapaan singkat Bupati.

Baca Juga  Bersama Perangi Pandemi, Bentoel Prima Donasikan APD untuk NTB

Ia juga berharap agar seluruh warisan budaya, alam dan bangunan pusaka di Kabupaten Sumbawa yang memiliki nilai sejarah dan menjadi kebanggan Tau Samawa segera diinventarisir dengan baik. Selain itu dilakukan pemetaan untuk pelestarian dan pengembangannya baik sebagai upaya memperkuat tradisi budaya, jati diri Tau Samawa maupun sebagai daya tarik pariwisata di daerah ini. “Kota Pusaka bukan hanya kotanya saja yang pusaka, namun seluruh elemen di dalamnya sampai ke desa adalah pusaka warisan leluhur yang wajib kita lestarikan bersama,” lanjut Bupati.

Bupati Sumbawa mencontohkan batik dan tenun Sumbawa yang merupakan salah satu warisan budaya agar terus dilestarikan dan dikembangkan. Haji Husni pun meminta perangkat daerah terkait dapat bersinergi untuk mengembangkannya. “Batik dan Tenun khas corak Sumbawa, harus terus dikembangkan dan diproduksi di Sumbawa oleh masyarakat Sumbawa sendiri,” demikian Bupati.

Pada kesempatan itu Kepala Disporabudpar Sumbawa didampingi beberapa anggota Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Sumbawa antara lain Kabid Kebudayaan Dinas Dikbud Sumbawa, H. Hasanuddin S.Pd, Sekdis Kominfotik Sumbawa Rachman Ansori M.SE dan Anggota Tim Komunikasi Kepala Daerah Bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Syamsu Ardiansyah menyerahkan Sertifikat Keanggotaan JKPI kepada Bupati Sumbawa yang beberapa waktu yang lalu diterima oleh Wabup Sumbawa serta Penghargaan Asiade Cultural Olympiad sebagai peserta Festival dan Karnaval Kebudayaan yang juga diselenggarakan di Gianyar Bali beberapa bulan lalu. (JEN/SR)

iklan bapenda