DPRD Apresiasi Perkembangan Bank BPR Sumbawa yang Tetap Stabil

oleh -7 views
Ketua BK DPRD Sumbawa, M Yamin SE M.Si
bankntb

SAMAWAREA PARLEMENTARIA, KERJASAMA DENGAN DPRD KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, SR (05/07/2017)

amdal

Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa memberikan apresiasi kepada direksi dan seluruh jajaran Bank BPR NTb Sumbawa yang tetap semangat dan prima dalam memberikan pelayanan perbankan kepada para nasabah. Perkembangan BPR Sumbawa juga dinilai cukup baik dan sangat stabil serta mampu memberikan deviden kepada pemerintah daerah selaku pemilik saham sebesar Rp 2 milyar lebih. Apresiasi ini diberikan saat digelar Hearing Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa bersama Asisten Perekonomian Setda Sumbawa, Direksi BPR NTB Sumbawa, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kabag BUMD, dan Bappeda di ruang Komisi II DPRD setempat, Selasa (4/7). Hearing tersebut dipimpin Sekretaris Komisi II, Muhammad Yamin SE, M. Si didampingi Wakil Ketua Salman Alfarizi, serta sejumlah anggota di antaranya Salamuddin Maula, Hamzah Abdullah, Muhammad Yasin dan I Nyoman Wisma. Dalam hearing tersebut Direksi BPR memaparkan kinerja dan proyeksi perkembangan PD BPR NTB Sumbawa. “Kami Komisi II selalu mendukung BPR NTB Sumbawa sehingga suasana ini dapat menjamin kepada nasabah bahwa BPR NTB sangat nyaman dan aman sebagai tempat berinvestasi,” kata Yamin Abe—sapaan politisi Hanura ini.

Ditambah Wakil Ketua Komisi II, Salman Alfarizi bahwa BPR NTB pada awalnya diarahkan untuk membantu usaha menengah ke bawah. Seiring dengan kondisi BPR NTB yang semakin baik, banyak pihak melirik sehingga dikenalkan dengan pola bank umum yang ingin mendapatkan jaringan yang lebih luas. Ke depannya ia berharap BPR NTB Sumbawa dapat mengelola dana dari pusat seperti KUR, DAK, gaji pegawai dan lainnya, mengingat pelayanan BPR NTB sudah merambah ke kecamatan-kecamatan.

Baca Juga  Masyarakat Pulau Moyo Siap Dukung Gubernur Bawa Investor Kilang Minyak

Selanjutnya Terkait dengan konsolidasi PD BPR NTB Sumbawa dijelaskan oleh Asisten II, Drs H. Didi Darsani A.Pt, bahwa pihaknya telah menerima surat dari OJK yang memberikan keputusan bahwa merger bank tersebut ditolak karena ada beberapa persyaratan yang belum Lengkap. Saran OJK, jika ingin konsolidasi atau marger semua tahapan harus dilalui dan memulai dari awal kembali. “Kami pemerintah daerah belum mengambil sikap atas saran tersebut,” kata Didi.
Terhadap hal ini Anggota Komisi II, Salamuddin Maula menyatakan keinginannya bahwa Sumbawa harus memiliki bank sendiri dan inilah momentumnya. Pemerintah harus membentuk tim akuisisi sehingga dapat bekerja secara serius dan professional. “Kami sangat memahami bahwa dengan akuisisi dapat menciptakan lapangan kerja yang banyak,” ujarnya.

Di akhir pertemuan Anggota Komisi II lainnya  Abdullah menyatakan siap mendukung kinerja BPR NTB Sumbawa. Ia meminta BPR NTB Sumbawa tetap menjaga kualitas pelayanan. “Kami siap di depan, dan kami minta citra BPR NTB Sumbawa semakin baik di mata nasabah dan tetap memberikan manfaat dan menguntungkan daerah,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda