RSUD As-Syifa Terus Berinovasi, Canangkan Pelayanan Berbasis Online

oleh -9 views
bankntb

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN RSUD AS-SYIFA KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (21/06/2017)

amdal

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) As-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus berinovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Upaya ini dibuktikan dengan dicanangkannya Pelayanan Sistem Informasi Manajeman Rumah Sakit (SIMRS) berbasis online.

Ditemui SAMAWAREA belum lama ini, Direktur RSUD As-Syifa, dr. Carlof mengatakan bahwa jajarannya tak pernah berhenti dan terus berinovasi guna memberikan kemudahan sekaligus peningkatan pelayanan kepada masyarakat. “Saat ini kami mencanangkan Sistem Informasi Manajemen  Rumah Sakit (SIMRS) berbasis online,” katanya.

SIMRS berbasis online ini ungkap dr. Carlof, bisa melayani masyarakat melalui online. Selain itu setiap informasi yang dibutuhkan masyarakat tentang RSUD As-syifa dapat ketahui melalui online, termasuk saran dan kritikan maupun keluhan terkait dengan pelayanan. “Kalau mau daftar tidak perlu ke rumah sakit ini, tapi cukup dari rumah melalui website RSUD,” ujarnya.

dr. Carlof Dirut RSUD As-Syifa KSB

Kelebihan lain dari program SIMRS ini, lanjut Dokter Carlof, terkoneksi langsung dengan rumah sakit lain, seperti RSUP sehingga bisa berkomunikasi sebelum melakukan rujukan pasien. “Misalnya kita mau merujuk pasien ke RSUP, kita bisa nge-link lewat online untuk memastikan tersedianya kamar dan apakah ada dokternya. Sehingga pasien tidak lama menunggu, tinggal berangkat kamar sudah tersedia,” bebernya.

Ia mencontohkan beberapa waktu lalu pasien penyakit kanker yang tujuan rujukannya dari RSUD As-Syifa ke rumah sakit di Bali. Karena saat itu belum terkoneksi dengan RSUP, pihaknya kesulitan memberikan informasi pasti melainkan hanya bersifat saran.

Baca Juga  Pegawai RSUD Asy-Syifa Dilatih Basic Life Support

Diterangkan dr. Carlof, SIMRS berbasis online ini sebagai bentuk keterbukaan RSUD As-Syifa dalam melayani masyarakat. Sebab tidak ada yang sempurna dan pasti ada kekurangan. Karena itu melalui inovasi ini masukan dan kritikan dari masyarakat akan menjadikan rumah sakit tersebut bisa lebih baik.

Untuk tahap awal pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 900 juta dan pekerjaan sudah ditenderkan dan ditentukan pemenang. “Bulan depan mereka sudah mulai bekerja dan di tahun ini kami targetkan RSUD As-Syifa sudah bisa online tidak manual lagi, karna memang saat ini keluhan dari masyarakat sering kami dengar mulai dari antrian mendaftar yang lamanya bisa sampai 1 jam,” pungkasnya. (HEN/SR)

iklan bapenda