Kontraktor Kapal Perintis Tahanan Rutan, PPK Tahanan Kota

oleh -0 views
Kejaksaan Sita Barang Bukti Kapal Perintis yang hanya tinggal puing-puing
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (03/07/2017)

Dua terdakwa kasus Pengadaan Kapal Perintis Dishub Sumbawa Tahun 2009, mendapat perlakuan berbeda dari Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram. Arifuddin—Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dijadikan tahanan kota, sedangkan Syahruwardi—rekanan langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Mataram. Penahanan ini dilakukan saat keduanya dilimpahkan pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa menyusul berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P21).

amdal

Kajari Sumbawa Paryono SH MH yang dikonfirmasi melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Anak Agung Raka PD SH, Senin (3/7), mengakui hal itu. Berbedanya status penahanan kedua terdakwa ini, karena Arifuddin selaku PPK beralasan putranya sakit keras. Untuk diketahui, persidangan perdana kasus ini sudah dilaksanakan 22 Juni lalu. Sidang lanjutannya akan dilaksanakan Rabu (5/7) lusa dengan agenda pemeriksaan saksi untuk Arifuddin, dan penyampaian eksepsi untuk Syahruwardi.

Seperti diberitakan, Pengadaan dua unit kapal perintis ini dilakukan Tahun 2009 senilai Rp 275 juta. Dalam pengadaannya, kapal yang dibeli melalui rekanan ternyata kapal bekas. Satunya dibeli dari seorang nelayan, sedangkan kapal lainnya hasil pelelangan Amanwana Resort yang dibeli dari warga Labuan Kecamatan Badas. Saat penyelidikan kasus ini, kejaksaan yang turun langsung ke lokasi hanya mendapatkan puing-puing kapal yang kemudian dijadikan sebagai barang bukti. Awalnya, kejaksaan menetapkan dua orang tersangka, yakni Arifuddin Sekdis Perhubungan yang saat itu menjabat sebagai PPK dan Wahyuddin Kadis Perhubungan selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Dalam perjalanannya, pihak kejaksaan yang dipimpin Paryono SH MH secara mengejutkan mencabut status tersangka terhadap Wahyuddin. Kejaksaan menilai peran Wahyuddin dalam proyek itu tidak memenuhi unsur melawan hukum atau melampaui kewenangannya. Meski demikian, kejaksaan menetapkan tersangka baru, yaitu Syahruwardi kontraktor dalam proyek ini. (JEN/SR)

 

Baca Juga  Diduga Korupsi, Direktur RSUDP Sumbawa Dilaporkan ke KPK

iklan bapenda