Perlu Upaya Bersama Antisipasi Paham Radikal

oleh -3 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (02/07/2017)

Sudah ada beberapa warga NTB yang tertangkap karena terkait dengan jaringan terorisme. Termasuk belum lama ini ada tiga orang warga di Kabupaten Bima ditangkap Pasukan Anti Teror Densus 88. Hal ini mengindikasikan bahwa NTB menjadi sarang atau daerah transit teroris.

Namun Kapolda NTB, Brigjend. Pol. Firli M.Si yang dikonfirmasi SAMAWAREA di kediaman Wakil Bupati Sumbawa, Minggu (2/7), tidak ingin mengatakan NTB menjadi sarang atau tempat transit para pelaku terorisme. Kendati demikian Ia tidak menampik jika berdasarkan data, ada beberapa pelaku teroris berasal dari NTB. Kenyataan itu ungkap Kapolda, menjadi tantangan bersama bagaimana dapat merubah agar tidak ada lagi ajaran-ajaran yang bisa membawa mereka untuk menjadi kelompok teror. Kemudian semua harus bersepakat bahwa di setiap lini harus dilakukan upaya pencegahan paham-paham mereka yang sangat radikal. Jika pun ada beberapa pelaku teror yang tertangkap sekitar dua minggu lalu di Bima, ini dilakukan polisi dalam rangka melaksanakan tugas melindungi segenap Bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia. “Kita tidak bisa membiarkan adanya kelompok-kelompok tertentu melakukan ancaman kepada warga masyarakat. Orang lagi sholat ditunggui, orang pergi kemana diikuti. Yang tidak habis fikir, beberapa tahun lalu ada kasus peledakan bom di masjid. Dan belum lama ini anggota Brimob lagi sholat ditikam. Lah orang ini agamanya apa. Agama yang bukan Islam saja melarang adanya terjadi pertumpahan darah di tempat ibadah. Kini pelaku teror justru terbalik, senang melakukan pertumpahan darah di masjid,” sesal Kapolda seraya meminta semua pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat termasuk para pelaku teror bahwa apa yang mereka lakukan sangat tidak benar. (JEN/SR)

 

Baca Juga  BPTP NTB Sediakan 500 Ribu Bibit Cabai Gratis

 

 

 

 

iklan bapenda