Perjuangkan Saham Adat, Pemuda Samawa Siap Gandeng LATS

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (02/07/2017)

Kedai Kopi “Oase Sumbawa” menjadi saksi sejarah upaya Pemuda Samawa dalam memperjuangkan hak-hak Tau dan Tana Samawa terhadap ekploitasi kekayaan alam Sumbawa oleh sejumlah perusahaan pertambangan. Kedai yang berlokasi di Jalan Mawar Kota Sumbawa Besar ini menjadi titik awal dari ikhtiar para pemuda tersebut untuk menyatukan persepsi dan langkah bersama dengan memanfaatkan keberadaan tambang bagi kesejahteraan Tau dan Tana Samawa. Ikhtiar ini diawali dengan menggelar Diskusi Kritis  bertemakan Krik Salamat Tau ke Tana Samawa Dalam Perspektif Industry Pertambangan Modern”. Kegiatan yang digelar Minggu (2/7) siang tadi dihadiri para pemuda dari berbagai latar belakang profesi di antaranya akademisi, aktivis, pemerhati lingkungan, praktisi tambang, pariwisata, hukum, sosial budaya, LSM, dan pers.

amdal

Inisiator Kegiatan, Iqbal Sanggo mengatakan, diskusi ini berangkat dari kegelisahan dan kegalauan para pemuda atas keberadaan tambang di Kabupaten Sumbawa. Ada kekhawatiran, bahwa Sumbawa akan bernasib serupa dengan daerah eks tambang lainnya karena tidak mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dari kekayaan tersebut. Setelah kekayaan alam dikeruk, perusahaan tambang akan mewariskan kerusakan, kesengsaraan dan kemiskinan bagi rakyatnya.

Iqbal—akrab tokoh muda ini disapa menegaskan arah diskusi tersebut tidak digiring untuk menolak keberadaan perusahaan tambang manapun yang ingin berinvestasi di daerah. Karena dipahami ijin pertambangan itu telah direstui pemerintah RI dan pemerintah daerah. Hanya yang ingin dilakukan para pemuda ini adalah menuntut hak guna menyelamatkan Tau dan Tana Samawa melalui investasi yang memberikan manfaat bagi terciptanya kesejahteraan. “Inilah yang kami diskusikan, bagaimana menafsirkan atau menterjemahkan serta merespon maksud dari kata Krik Slamat Tau dan Tana Samawa,” kata Iqbal.

Baca Juga  Besok, Admin “Rungan Samawa” Diperiksa Polisi

Konsep yang ingin ditawarkan lanjut Iqbal, salah satunya bagaimana mendapatkan saham adat dari keberadaan investasi tambang. Saham adat ini bisa menjadi bagian dari alat diplomasi dan upaya membangun posisi tawar Tau Samawa dalam konteks adat. Untuk mendapatkannya, para Pemuda Samawa akan menggandeng Sultan dan Lembaga Adat Tana Samawa (LATS). Pasalnya, Sultan dan LATS memiliki peran dan fungsi untuk menjaga marwah dan martabat Tau dan Tana Samawa. “Untuk teknis dan spesifiknya saham adat, inilah yang nanti kita diskusikan lebih lanjut dan mengkomunikasikannya dengan Sultan dan LATS,” ujarnya.

Saham adat ini dinilai Iqbal, sangat penting untuk diperjuangkan. Sebab keberadaan tambang secara tidak langsung akan menggeser nilai-nilai kearifan local terutama adat dan budaya Samawa. Selain itu harus dipastikan keberadaan tambang ini memberikan jaminan hidup kepada Tau Samawa baik sudah maupun yang belum lahir. Namun jika sampai sekarang belum ada jaminan itu maka sangat percuma ada semacam lembaga apapun yang dibentuk atas nama Tau Samawa. “Kami tidak ingin Krik Salamat Tau dan Tana Samawa ini menjadi kalimat tanpa makna karena tidak mampu diejawantahkan,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

iklan bapenda