Dituding Ada Korupsi, SMAN 4 Sumbawa Disegel

oleh -18 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (30/06/2017)

Keberadaan sejumlah spanduk yang terpasang di pagar dan gerbang SMA Negeri 4 Sumbawa Besar, Jumat (30/6) tadi seketika menjadi perhatian masyarakat. Sebab spanduk itu bertuliskan kalimat yang sangat menyudutkan sekolah yang berlokasi di PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng Kecamatan Sumbawa ini. Bahkan banyak pengguna jalan maupun masyarakat setempat yang mengabadikan dan mempublikasikannya melalui media social sehingga menjadi viral. Di antara tulisan spanduk itu adalah “Maaf Sekolah ini Ditutup”, “Selamatkan Uang Masyarakat Sumbawa”, “KPK Jaksa Polisi Jangan Diam Saja di Sini Ada Korupsi”. Tulisan ini memunculkan beragam asumsi dari masyarakat. Ada yang menduga jika sekolah tersebut benar-benar melakukan korupsi. Ada juga yang mengaitkannya dengan penerimaan siswa baru Tahun Ajaran 2017/2018. Sekolah itu dituding tidak menerima calon siswa yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah seperti masyarakat PPN Bukit Permai dan Bukit Indah. Seperti postingan Facebooker Andi Rusni yang menyarankan warga PPN dan sekitarnya sebaiknya tidak membantu pihak sekolah. “Biar aja ditutup sebab sekolah ini termasuk sekolah yang tidak mau menerima warga PPN dan sekitarnya sebagai siswa baru T.A. 2017,” tulisnya. Padahal menurut Andi Rusni, lokasi sekolah itu berada di PPN Bukit Indah. Menurutnya masyarakat sudah tidak merasa memiliki sekolah itu sehingga enggan terlibat dengan sekolah yang ada di lingkungannya. Sebab masyarakat sudah tidak diberdayakan untuk merasa memiliki sekolah tersebut. “Biarkan saja orang luar yang datang mengamankan SMAN 4 dari segala upaya orang untuk menutupnya,” komen Andi Rusni yang kemudian ditanggapi beberapa netizen. Ada yang memberikan klarifikasi, ada juga yang ikut mencaci.

Terkait hal itu, Kepala SMAN 4 Sumbawa, Drs. Abdul Kasum yang dihubungi SAMAWAREA, Jumat (30/6) siang tadi, membantah dengan tegas sekolah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang tertulis dalam spanduk itu. Keberadaan spanduk ini terkait dengan persoalan lama yaitu sengketa tanah yang di atasnya berdiri SMAN 4 Sumbawa antara pihak Pemda Sumbawa dengan Indi Suryadi SH. Sebab menurut laporan dari penjaga sekolahnya, spanduk itu dipasang tadi pagi oleh pihak Indi Suryadi. Untuk masalah tanah ini, Kasum mengaku tidak mengetahui progressnya karena menjadi urusan Pemda. Namun dari sertifikat yang ada, menegaskan jika lahan tersebut milik Pemda Sumbawa. “Kami tidak terlibat langsung dalam masalah ini. Itu ranah Pemda,” ujarnya.

Baca Juga  Tak Kapok, Baru Bebas Residivis ini Kembali Tertangkap

Kendati demikian, ungkap Kasum, keberadaan spanduk ini dirasakan cukup mengganggu terutama saat penerimaan siswa baru, 3 Juli mendatang dan dimulainya proses belajar mengajar, 17 Juli nanti. Karena itu Ia telah berkoordinasi dengan Lurah dan Pospol Kota Sumbawa guna penyelesaian masalah spanduk tersebut.

Dengan diketahuinya siapa yang memasang spanduk itu, Kasum menyatakan tidak benar jika dikaitkan dengan penerimaan siswa baru apalagi sekolahnya menolak calon siswa dari PPN Bukit Indah dan sekitarnya. Postingan Andi Rusni kata Kasum, sungguh keliru karena hanya mendapat informasi awal. Pasalnya 14 Juni kemarin, telah digelar Rakor menghadirkan seluruh kepala sekolah se NTB. Hasilnya dibuka peluang untuk lulusan sekolah terdekat. Khusus SMAN 4 Sumbawa ada penambahan wilayah yaitu Kelurahan Seketeng dan Kelurahan Pekat dari sebelumnya tidak ada. “Di depan sekolah sudah lama kami pasang informasi terkait dengam sistem zona ini. Zona lama tetap dipasang demikian dengan zona baru yang di dalamnya ada Kelurahan Seketeng dan Pekat,” imbuhnya.

Karenanya Ia meminta masyarakat tidak salah dalam menyikapi apalagi menyebarkan informasi yang belum diricek kebenarannya. SMAN 4 Sumbawa adalah fasilitas publik bukan milik pribadi sehingga semua pihak termasuk masyarakat sekitar bertanggung jawab terhadap kelangsungan pendidikan di sekolah tersebut. (JEN/SR)

iklan bapenda