Pembacok Mahasiswa UNSA di Malam Takbiran Tertangkap

oleh -9 views
Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo SIK MT
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (29/06/2017)

Penyelidikan polisi untuk mengungkap kasus pembacokan di malam takbiran yang menyebabkan Khalif Rafi Erryaldi—mahasiswa UNSA meninggal dunia, akhirnya membuahkan hasil. Polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap tersangkanya, Kamis (29/6) melalui pemeriksaan sejumlah saksi yang dilakukan secara marathon selama beberapa hari. Tersangka tersebut berinisial ZF—warga Kecamatan Moyo Utara. Selain ZF, polisi juga menetapkan dua rekan ZF yakni IW dan SD sebagai tersangka. Keduanya diduga ikut mengeroyok korban. “Sudah ada tersangkanya, satu orang berinisial ZF diduga membacok korban dan dua lainnya diduga ikut mengeroyok korban,” kata Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo SIK MT saat dikonfirmasi SAMAWAREA, Kamis (29/6).

amdal

Dari hasil pemeriksaan, ungkap Kapolres, Rafi—sapaan korban sebenarnya tidak pernah bermasalah dengan para pelaku. Rafi justru menjadi korban salah sasaran. Persoalan orang lain namun korban yang menjadi sasaran. Dituturkan Kapolres, sebelum adanya pembacokan, sempat terjadi perkelahian dua kelompok yang salah satu kelompoknya adalah teman korban. Namun perkelahian itu sudah didamaikan di Polres Sumbawa. Pasca perkelahian ini, korban datang menjemput temannya yang terlibat perkelahian sebelumnya. Kebetulan temannya itu meninggalkan sepeda motor di Taman Mangga. Korban pun membonceng temannya menuju Taman Mangga yang berada di tengah kota ini. Sampai di sana, muncul ZF Cs mendatangi korban dan teman-temannya sehingga terjadi terjadi keributan yang berujung penikaman. Korban sempat dirawat di RSUD Sumbawa atas luka tusuk di perut sebelah kirinya, namun sehari kemudian menghembuskan napas terakhir. “Saya belum tahu detailnya siapa berbuat apa, apakah penikaman itu disengaja atau tidak, karena BAP nya masih di penyidik dan belum dilaporkan secara utuh,” kata Kapolres.

Baca Juga  Warga Geger, Jasad Membusuk Ditemukan di Saluran Air Stadion Pragas

Terhadap kasus ini, polisi terus melakukan pengembangan. Selain itu polisi juga masih mencari barang bukti pisau yang digunakan tersangka untuk menusuk korban yang katanya setelah kejadian dibuang di gerbang masuk Taman Mangga depan Kantor Bupati Sumbawa. Pisau tersebut terbuat dari besi kuningan. Namun yang jelas, tegas Kapolres, para tersangka dijerat pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Seperti diberitakan SAMAWAREA, kasus pembacokan ini terjadi pada Minggu (25/6) dinihari sekitar pukul 01.30 Wita atau tepat Hari Raya Idul Fitri. Sebelumnya, pada malam takbiran sekitar pukul 23.00 Wita, korban bersama 4 rekannya duduk di Taman Mangga. Tak berselang lama dua orang pemuda lari ke arah korban sambil meminta tolong karena diserang sekelompok orang. Kedua orang itu berasal dari salah satu desa Kecamatan Moyo Utara. Namun di saat bersamaan muncul anggota polisi langsung mengamankan dan membawa dua orang tersebut bersama dengan kelompok korban ke Polres Sumbawa. Saat dimintai keterangan kedua orang itu membantah jika yang hendak memukul atau menyerangnya adalah kelompok korban, melainkan kelompok lain. Selanjutnya petugas piket KSPK Polres Sumbawa melepas mereka. Sepulang dari Polres, korban bersama teman-temannya duduk di Tugu Monas depan Taman Mangga. Beberapa saat kemudian, muncul lima orang yang diketahui merupakan rekan dari dua orang yang meminta tolong kepada korban sebelumnya. Salah satu pemuda di antaranya langsung menghampiri korban dengan suara meninggi menanyakan apakah korban yang memukul adiknya. Teman korban bernama GG sempat menyela dengan mengatakan bahwa korban bukan orang (yang memukul adiknya) dimaksud. Justru mereka lah yang melindungi adiknya tersebut dari serangan kelompok lain. Sedangkan teman korban lainnya yakni JN keberatan dengan pertanyaan pemuda itu kepada korban. Tanpa basa-basi, JN langsung melayangkan bogemnya sehingga pemuda itu jatuh tersungkur. Melihat temannya dipukul, empat orang lainnya langsung bereaksi menyerang korban dkk. Tiga orang di antaranya mengeroyok korban sehingga terjadi penikaman. Dalam waktu singkat polisi tiba di TKP. Para pengeroyok korban kabur, tapi polisi berhasil mengamankan satu orang rekan pelaku berinisial IK alias Can, selanjutnya mengungkap siapa-siapa pengeroyok korban. (JEN/SR)

 

Baca Juga  PLN Kerap Dibobol Maling, Polisi akan Periksa 'Orang Dalam'

iklan bapenda