Maju di Pilgub, Amin Belum Tentukan Pasangan

oleh -1 views
Wagub NTB H. Muh Amin SH M.Si diapit Ketua Nasdem Sumbawa, H. Asaat Abdullah ST dan Ketua Golkar Sumbawa, Jack Morsa S.Adm
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (29/06/2017)

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin SH M.Si memastikan diri maju di Pilgub NTB 2018 mendatang. Namun Ia tidak mempermasalahkan posisinya apakah sebagai calon gubernur ataupun calon wakil gubernur. ‘’Saya pribadi tidak terlalu mempermasalahkan nomor satu atau dua. Yang penting nanti jika terpilih serius dalam bekerja,” kata Amin—sapan akrabnya saat ditemui pada acara Open House, di kediamannya, Jalan Garuda, Sumbawa Besar, belum lama ini.

amdal

Sejauh ini diakuinya memang belum menentukan apakah maju sebagai nomor satu atau nomor dua karena hal itu ditentukan dengan melihat aspek politisnya termasuk potensi yang dimiliki. Untuk menentukan posisi ini, DPP sudah menyerahkan sepenuhnya kepadanya. Kendati demikian pihaknya mengacu pada kebutuhan partai dan hasil survey yang masih berlangsung. Selain itu aspirasi masyarakat dan kader di internal partai juga menjadi pertimbangan. “Secara pribadi saya harus mengembangkan sikap demokratis di internal partai termasuk dalam menentukan sikap dan posisi pada Pilgub mendatang,” ujarnya.

Disinggung mengenai siapa yang bakal bersanding dengannya, Amin mengaku ditentukan. Semua partai dan bakal calon saat ini masih dalam proses. Tidak ada satupun partai yang mencukupi 20 persen kuota, sehingga memerlukan koalisi. Karena itu, semua partai memiliki mekanisme internal yang harus dilalui dan memerlukan waktu. “Sampai sekarang belum ada bakal calon yang sudah menentukan pasangannya apalagi sudah memperoleh SK dari DPP masing-masing, karena masih dalam tahap untuk memenuhi syarat menjadi calon sesuai ketentuan undang-undang,” ujar politisi yang kini menjabat Ketua DPD NasDem NTB ini.

Baca Juga  Minta Tarif PDAM Diturunkan, Demo Warga Marente Berakhir Ricuh

Tapi lanjut Amin, proses penjajakan dengan figur lain sudah berlangsung, hanya belum final. Amin enggan menyebutkan siapa saja para figur tersebut, dan ia mengapresiasinya karena antara satu dengan lainnya saling membutuhkan. “Harus ada penjajakan. Bisa saja figur yang sebelumnya tidak diperhatikan, di waktu mendatang bisa diperhatikan. Tentu saja dengan perhitungan dan strategi-strategi,” tandasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda