Husni—Mo Tetap Komit Penuhi Janji

oleh -7 views
Bupati HM Husni Djibril B.Sc dan Wakil Bupati Drs. H. Mahmud Abdullah
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (25/06/2017)

Idut Fitri 1438 Hijriyah Tahun 2017 ini menjadi momentum untuk merevitalisasi spirit “Sahabat” atau Sumbawa hebat dan bermartabat, yang menjadi tagline pwemerintahan Husni—Mo dan pembangunan di Kabupaten Sumbawa. Demikian diungkapkan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah saat berpidato di hadapan ribuan jamaah Sholat Ied di Lapangan Pahlawan Sumbawa, Minggu (25/6) pagi tadi.

amdal

Dikatakan Wabup, Spirit sahabat dimaksudkan di sini dapat dilihat dalam dua tataran yakni tataran etimologis dan tataran kontekstual. Sahabat dalam makna etimologis berarti adanya hubungan yang harmonis antara pribadi yang satu dengan yang lain karena adanya pertautan hati, kesamaan pandangan dan kesamaan tujuan hidup. Rasa persahabatan yang kuat antar personal akan terakumulasi hingga menciptakan hubungan sosial yang rekat dan pada gilirannya akan menumbuhkan kekompakan dan persatuan antar semua elemen masyarakat. Persatuan dan kesatuan ini adalah penopang yang kokoh dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam meraih cita-cita kesejahteraan. Secara kontekstual sahabat yang dijadikan akronim dari Sumbawa hebat dan bermartabat merupakan spirit kolektif dari seluruh elemen masyarakat dari pemerintah, pengusaha, para pendidik, alim ulama, para pemuda, pelajar dan mahasiswa. Singkatnya seluruh masyarakat di daerah ini untuk mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang lebih baik. “Dalam upaya merevitaliasi spirit “sahabat” seperti yang telah kami sampaikan tadi, maka langkah bermaaf-maafan sebagai upaya untuk menciptakan solidaritas kolektif mencapai tujuan bersama sesungguhnya sangat urgen untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, secara pribadi, saya bersama Bupati Muhammad Husni Djibril menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh sahabat masyarakat Kabupaten Sumbawa, jika selama ini ada ucapan yang menyinggung, tindakan yang menyakiti, atau kebijakan yang melukai rasa keadilan di hati sahabat-sahabat sekalian,” ucapnya.

Wabup dalam kesempatan itu juga menyampaikan permohonan maaf Bupati HM Husni Djibril B.Sc, karena beberapa waktu belakangan tidak dapat menjalankan amanah yang telah diberikan karena kondisi yang mengharuskan melakukan pengobatan intensif di Singapura.

Wabup kemudian menceritakan mengenai penyakit yang diderita Bupati. Dalam bahasa dokter yang menanganinya, sebenarnya penyakit itu tidak berbahaya tapi membutuhkan tindakan operasi besar untuk menanganinya karena lokasinya berada di muka (wajah). Dikatakan kecil, karena memang penyakit ini tidak berada pada organ vital seperti jantung, hati dan ginjal. Tetapi jika tidak ditangani segera maka penyakit yang kecil ini akan mengganggu fungsi pendengaran, penglihatan bahkan fungsi syaraf motorik yang mengatur gerakan manusia. “Alhamdulillah, Bupati sudah menjalankan seluruh rangkaian pengobatan dan sekarang berada pada tahapan pemulihan. Insyaa Allah, Bupati siap untuk berjuang bersama-sama meraih mimpi kita bersama, mimpi Sumbawa hebat dan bermartabat,” imbuhnya.

Baca Juga  Pengurus Baru Tak Bisa Gunakan Sekretariat PDIP

Lebih jauh Haji Mo’—akrab Wabup disapa menyatakan bahwa setiap musibah akan selalu disertai hikmah. Inilah yang dirasakan Bupati hingga saat ini yakni dukungan doa yang tulus dari berbagai elemen masyarakat. “Dan dukungan doa ini tidak sia-sia, dirasakan ketika Bupati dua kali melaksanakan operasi. Kata Bupati bahwa setiap ucapan doa dan dzikir yang bapak ibu lantunkan membawa kedamaian pada alam bawah sadar Bupati,” ujarnya.

Selain dukungan masyarakat, Ia juga merasakan dukungan yang tidak terhingga dari semua elemen birokrasi. Meski Bupati berhalangan hadir dalam beberapa waktu, namun perannya dalam menggerakkan roda pemerintahan tidak pernah absen. Ia selaku Wakil bupati dan Sekda bersama Bupati dan seluruh jajaran birokrasi terus berikhtiar. Dan ini bukan isapan jempol. Bupati yang saat itu berada di Singapura mengaku terharu ketika mendengar kabar Kabupaten Sumbawa meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI sebagai bukti adanya akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah untuk kelima kalinya. Ini berarti tradisi WTP jaman JM-Arasy diteruskan oleh Husni-Mo. Bupati juga tersanjung ketika mendengar kabar bahwa Kabupaten Sumbawa berhasil menjadi kabupaten/kota penyelenggara pemerintahan daerah terbaik di Provinsi NTB dan masuk dalam jajaran 50 besar pemerintah daerah berkinerja tinggi di Indonesia. Ini merupakan rentetan prestasi yang ditorehkan ketika sebelumnya (penghujung 2016) Sumbawa dinobatkan sebagai kabupaten penyelenggara pelayanan publik dengan predikat tertinggi yakni zona hijau dari Komisi Ombudsman RI. Banyak lagi prestasi regional dan nasional yang telah diraih.

Di bagian lain, Bupati menyatakan sudah memaafkan pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan secara politis sakit yang dideritanya dengan melemparkan pernyataan seolah-olah dengan sakit tersebut dia tidak berdaya lagi untuk menjalankan roda pemerintahan ini sehingga harus meninggalkannya secara permanen. Salah satu indikator yang digunakan sebagai alasan adalah rendahnya serapan anggaran. Wabup menjelaskan bahwa fenomena rendahnya serapan anggaran adalah fenomena yang berlaku secara nasional hampir di setiap daerah. Khusus untuk Kabupaten Sumbawa, kebijakan belanja untuk triwulan pertama memang diarahkan untuk persiapan administrasi, perencanaan, dan pelelangan berbagai program dan kegiatan. Sudah tentu alokasi anggaran yang dibutuhkan itu memang sedikit. Kegiatan belanja modal dan belanja bantuan berupa hibah dan bansos baru mulai dilaksanakan pada triwulan II, dan puncak serapan anggarannya nanti akan berada pada triwulan III dan IV. “Don’t worry be happy, semua akan berjalan pada trakcnya,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu Ia bersama Bupati kembali menegaskan komitmen untuk menunaikan janji-janji yang telah terucap. Husni—Mo dilantik pada Bulan Febuari 2016. APBD Perubahan tahun 2016 adalah APBD produk pemerintahan Husni Mo yang pertama dan waktu pelaksanannya hanya kurang lebih empat bulan. APBD 2017 adalah APBD Murni pertama yang ditetapkan bersama DPRD dan di dalamnya secara gradual sudah mulai menggarap program dan kegiatan yang menjadi janjinya kepada masyarakat. Ada yang sudah langsung action ke fisik seperti program peningkatan jalan kabupaten menuju kondisi jalan mantap 100 persen. Tahun 2016 telah dilaksanakan peningkatan jalan kabupaten sepanjang 92,42 Km jalan hotmix, termasuk di dalamnya akses Ropang-Lantung, Batu Dulang–Punik, Mata—Tolo Oi, dan Sempe–Ai Beling.  Tahun ini juga sedang dalam proses tender ruas jalan Batu Dulang-Tepal dan ruas jalan kabupaten lainnya. “Kami yakin bahwa pada tahun keempat kebijakan ini sudah tuntas, apalagi jika dilakukan review terhadap SK Bupati tentang Jalan Kabupaten. Karena di dalam SK tersebut banyak terdapat ruas jalan yang ditetapkan sebagai jalan kabupaten namun pada kenyataannya merupakan kategori jalan Tertutup Sepanjang Tahun (TST) karena tidak pernah dilalui masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  Launching Motor Listrik NgebUTS, UTS Siapkan Motor Balap di MotoGP

Selanjutnya regulasi dan anggaran tentang Kredit Sahabat (Krabat) sebagai ujung tombak gerakan desa bebas rentenir juga sudah disiapkan. Dalam APBD 2017 telah dialokasikan dana sebesar Rp 15 milyar dan siap diluncurkan. Penataan RSUD Kabupaten Sumbawa juga terus dilakukan dan proses relokasi juga terus dipersiapkan. Tahun ini telah dianggarkan dana untuk melakukan studi kelayakan dan detail enginering design. Janji perbaikan sarana perekonomian juga secara gradual juga terus dilakukan. Tahun ini sudah dipersiapkan anggaran untuk DED Pasar Seketeng, DED pasar distribusi atau istilah lamanya Pasar Induk Karang Dima. Tahun ini juga dibangun Pasar Langam, Pasar Utan, dan tengah berproses untuk melengkapi persyaratan Pembangunan Pasar Rakyat Modern Tipe C di Brang Bara melalui Dana Tugas Perbantuan Kementerian Perdagangan. “Alhamdulillah, janji kami untuk mengatasi keterisoliran komunikasi di wilayah selatan juga telah ditunaikan secara siginifikan. Warga di Kecamatan Orong Telu sekarang sudah bisa menggunakan telepon seluler dan bisa mengakses internet dengan baik. Dalam waktu dekat akan menyusul Desa Tangkam Pulit, Toloi-Mata, Tepal, Batu Rotok dan Bao Desa. Pembangunan sektor-sektor lain juga terus bergeliat,” bebernya.

Apa yang telah dicapai ini merupakan ikhtiar bersama dan semata-mata merupakan ridha dari Allah Subhaanahuu Wata’ala. “Semoga Allah akan terus mencurahkan rahmat dan karunia-Nya dan akan melindungi daerah kita dari musibah dan mara bahaya,” demikian Haji Mo’. (JEN/SR)

 

 

iklan bapenda