Si Jago Merah Mengamuk, IRT Nyaris Tewas Terpanggang

oleh -4 views
Nurhayati, Korban kebakaran saat dirawat di puskesmas
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (23/06/2017)

Nurhayati nyaris tewas terpanggang api yang menghanguskan rumah tokonya, Kamis (22/6) siang sekitar pukul 12.00 Wita. Beruntung ibu rumah tangga yang tinggal di SP3 Desa Prode 3 Kecamatan Plampang ini berhasil diselamatkan warga dari kepungan si jago merah. Korban yang suaminya berada di ladang ini tidak sempat menyelamatkan harta bendanya yang berubah menjadi puing-puing. Mengingat sumber air sangat jauh dan warga menggunakan air seadanya, api berhasil dipadamkan pada malam harinya sekitar pukul 20.00 Wita. Sejumlah isi rumah dan toko yang menjual hampir semua kebutuhan masyarakat setempat, ludes. Di antaranta mesin air, mesin parut, mesin giling tepung, mesin genset, mesin semprot, mesin rintis, kulkas, TV, dua lemari, sepeda dayung, 6 kubik kayu, uang tunai Rp 10 juta, 2 STNK, 2  BPKB,  5 lembar ijazah milik  ketiga  anaknya atas nama Syamsuddin  (ijazah  SD-SMP),  Ismayanti   (ijazah SD-SMP) dan Mutamiudin (Ijazah SD). Selain itu 14 karung gabah dan sebagian besar barang dagangan. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

amdal
Kapolsek Plampang IPTU Sarjan didampingi Kanit Reskrim, AIPDA Suhadi melakukan olah TKP

Kapolsek Plampang, IPTU Sarjan yang dikonfirmasi SAMAWAREA menyebutkan, musibah kebakaran ruko berukuran 9×7 meter persegi ini terjadi bermula ketika korban sedang membuat kue untuk lebaran Idul Fitri menggunakan kompor minyak tanah merk Hock. Kompor itu diletakkan di ruang tamu, sambil korban menonton televisi. Tanpa diduga kompor itu meledak dan seketika api berkobar hebat. Korban yang dalam keadaan panik sempat berusaha menyelamatkan harta bendanya, tapi api cepat membesar dan mengepungnya. Bahkan korban sempat disambar api sehingga keduanya dari telapak hingga paha melepuh dan terkelupas. Korban langsung dilarikan warga ke Puskesmas untuk mendapat pertolongan medis. Saat kejadian suami korban, Musta’an tidak berada di tempat. “Rumah dan toko rata dengan tanah. Warga tidak bisa berbuat banyak untuk memadamkan api karena sumber api cukup jauh,” kata Kapolsek.

Baca Juga  Sesalkan Aksi KMPP, Bupati Respon Aspirasi
suami korban, Mustaan saat memberikan keterangan di Polsek Plampang

Sementara suami korban, Musta’an mengaku saat kejadian sedang berada di ladang. Ketika pulang dia terkejut mendapati rumahnya dilalap api. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena api sudah membesar dan melahap seluruh bagian rumah. “Saya hanya dia terpaku menyaksikan api menghanguskan rumah saya. Tidak ada yang bisa diselamatkan,” ujarnya lirih. (BUR/SR)

 

 

iklan bapenda