Nasdem Kritisi Proyek Jalan Punik—Tepal Dua Kali Gagal Tender

oleh -2 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (22/06/2017)

Proyek hotmix jalan Punik—Tepal Kecamatan Batu Lanteh bakal gagal terlaksana. Pasalnya proyek senilai Rp 2,5 milyar ini telah dua kali gagal tender. Meski ada rekanan yang berminat dan telah mendaftar, namun tidak satupun yang memasukkan penawaran. Kenyataan itu mendapat sorotan tajam dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Sumbawa.

Ketua DPD Nasdem Sumbawa, H. Asaat Abdullah ST kepada SAMAWAREA, Kamis (22/6) menyayangkan gagalnya tender proyek itu. Mengacu pada aturan, kontraktor yang sudah mendaftar dan tidak mengajukan penawaran dapat diberi sanksi. Namun demikian tidak sepenuhnya kesalahan pada kontraktor, bisa jadi penyebab semua ini dari pemerintah. Persoalan tersebut ungkap Haji Saat—sapaan akrab mantan Kadis PU Sumbawa ini, harus dirapatkan untuk mengkaji kebenaran teknisnya dan membedah kondisi lapangan tempat pelaksanaan proyek mulai dari topografi, medan yang sulit, bentuk jalan, dan kelabilan badan jalan serta mobilisasi material. Sebab pihak provinsi pernah merencanakan hotmix jalan di wilayah tersebut dengan perhitungan biaya Rp 11 milyar untuk satu kilometer. Namun Sumbawa justru menganggarkan hotmix Rp 2,5 kilometer dari Punik—Tepal sepanjang 28 kilometer. Sudah pasti tidak ada kontraktor yang berani. Belum lagi waktu pelaksanaan pada Bulan Juni yang sudah memasuki musim hujan di wilayah Batu Lanteh. Jika tetap dipaksakan maka hasilnya tidak akan benar dan tidak memiliki asas manfaat dalam jangka panjang. Sebab baru dikerjakan sudah rusak. Sebaliknya bila tidak dikerjakan, maka dananya akan ditarik pusat. Tentunya sangat disayangkan. “Jangan selalu main coba-coba, mari belajarlah dari kesalahan. Jangan anggaran yang mengikuti perencanaan, tapi perencanaan mengikuti anggaran. Rencanakan dulu, berapa anggarannya baru dikerjakan,” tukas Haji Saat yang dikenal sebagai pakar konstruksi ini.

Baca Juga  Gubernur Sebut Kunci Daya Saing: Lebih Murah, Lebih Cepat dan Lebih Baik

Haji Saat menyarankan pemerintah daerah dapat merubah perencanaan sebelum pelaksanaan tender. Jalan Punik—Tepal tidak harus dihotmix tapi dilakukan pengerasan jalan kerikil sehingga bisa dikerjakan kontraktor lokal. Apabila tetap dipaksakan untuk dihotmix dengan anggaran Rp 2,5 milyar hanya bisa mencapai 5 kilometer, itupun hasilnya tidak berkualitas. Namun jika pengerasan menggunakan kerikil dan setiap tanjakan dihotmix maka bisa sampai 10 kilometer. “Peningkatan jalan dalam kondisi mantap itu tidak harus dihotmix. Newmont saja membuat jalan di daerah terisolir menggunakan kerikil grapel, sehingga memudahkan pemeliharaannya,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda