Husni-Mo Klaim 2 Tahun Jalan Mantap 100 Persen, Haji Saat: Mustahil

oleh -2 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (22/06/2017)

Ketua DPD Nasdem Kabupaten Sumbawa, H. Asaat Abdullah ST menyatakan sangat mustahil Pemerintahan Husni—Mo dapat mewujudkan jalan mantap 100 persen dalam waktu dua tahun. Setiap pidato baik saat kampanye bahkan ketika Sholat Idul Fitri 1437 H 2016 lalu bahkan tertuang dalam visi-misinya, Husni—Mo dengan lantang dan percaya diri mengklaim dalam dua tahun pemerintahannya jalan kabupaten mantap 100 persen. “Ini mustahil dan tidak masuk di akal,” tukas Haji Saat, mantan Kadis PU yang kini berkarir menjadi politisi, Kamis (22/6).

amdal

Sikap pesimistis Haji Saat cukup beralasan. Sebab saat ini sudah memasuki dua tahun pemerintahan Husni—Mo namun kondisi jalan mantap masih 65 persen, artinya hanya naik 3 persen dari peninggalan JM—Arasy yang kala itu jalan mantap sudah 62 persen.

Yang paling berat ungkap mantan Kadis PU tersebut, sekitar 18 persen jalan di Kabupaten Sumbawa ini masuk dalam kawasan hutan lindung. Untuk pengerjaan dan penggunaan lahannya harus mendapat ijin dari Kementerian Kehutanan. “59 kilometer jalan ini berada di Pulau Moyo, bagaimana mau dikerjakan. Belum lagi jalan dari Pidang ke Mata Tolo Oi Kecamatan Tarano berada di kawasan hutan lindung yang terdaftar,” sebutnya.

Persoalan lainnya, lanjut Haji Saat, pemerintahan Husni—Mo terlalu memporsir pada tataran peningkatan jalan, dengan mengabaikan pemeliharaan. Saat dilakukan peningkatan di jalan tersebut, jalan lain yang sudah ada mulai mengalami kerusakan karena tidak berimbang antara peningkatan dan pemeliharaan. Misalnya sekarang jalan Lantung sudah rusak, ruas Lantung—Ropang sudah hancur dan jalan menuju Sempe sudah jebol. Ini karena dihotmix yang seharusnya hanya cukup dengan LPA. Setelah 3-4 tahun, barulah dihotmix.

Baca Juga  2.619 Anggota PPS di KSB akan Mengikuti Rapid Test

Sebenarnya ungkap Haji Saat, sudah jelas tertuang dalam Perda Jalan, apabila 60 persen jalan itu sudah mantap yang diperbesar bukan peningkatannya tapi pemeliharaannya. “Ini yang tidak diterapkan pemerintahan saat ini.

Apa yang harus dilakukan pemerintahan Husni—Mo ? Haji Saat menyarankan agar pola penanganan jalan diubah dengan memperbesar pemeliharaan daripada peningkatan. Kemudian jalan masuk kawasan hutan juga demikian, dengan cara merubah daftar luas jalan kabupaten. “Jika pemerintahan Husni—Mo masih tetap bertahan pada system penanganan jalan seperti yang dilakukan saat ini, jangankan hanya 2 tahun, tapi 2 periode menjabat pun tidak mungkin bisa mewujudkan jalan mantap 100 persen,” demikian Haji Saat. (JEN/SR)

iklan bapenda