Sumbawa Minta Bantuan Polandia Relokasi RSUD dan Bangun Dermaga

oleh -4 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (16/06/2017)

Kedutaan Besar (Kedubes) Polandia untuk Indonesia melakukan kunjungan ke Kabupaten Sumbawa, Kamis (15/6) kemarin. Kedatangannya untuk menjalin kerjasama dengan Pemkab Sumbawa dalam beberapa bidang, seperti kesehatan, pariwisata, perdagangan dan lainnya.

amdal

Dalam pertemuan di Aula H. Hasan Usman Lantai I kantor Bupati Sumbawa, Konselor Pertama Kepala Divisi Promosi Perdagangan dan Investasi Kedubes Polandia di Jakarta, Romuald Morawski di hadapan Wakil Bupati Sumbawa dan sejumlah pimpinan Perangkat Daerah menjelaskan, Menteri Perdagangan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perindustrian RI bersama Menteri Ekonomi Republik Polandia telah menandatangani MoU kerjasama industri Indonesia–Polandia bidang maritim, energi, makanan dan minuman, serta alat kesehatan. Bahkan untuk di Kabupaten Sumbawa sendiri, perwakilan Kedubes Polandia pun sudah melakukan kunjungan pada 2015 lalu, untuk melihat potensi yang dimiliki Sumbawa.

Karena itu pihaknya menawarkan kerjasama untuk beberapa bidang, seperti industri pengelolaan air, dimana Polandia memiliki keunggulan pada teknologi pemrosesan air laut menjadi air tawar, industri pengolahan sampah dan limbah, peralatan kesehatan khususnya instalasi gas maupun peralatan untuk keperluan pembedahan, konstruksi dan pengembangan pelabuhan, sektor perikanan, pemanfaatan energi surya, perlistrikan, pertambangan serta teknologi pertanian. Termasuk bidang pariwisata khususnya pembangunan perhotelan, penyediaan kapal pesiar, maupun pengoperasian pusat penyelaman. ‘’Bagi kami potensi besar yang dimiliki Sumbawa adalah bidang pariwisata. Di sini kita punya matahari, pantai, laut, itu semua gratis dari tuhan. Karena banyak negara tidak memiliki gunung, pantai maupun laut. Kami hanya butuh 15 persen untuk bangun hotel,’’ imbuhnya.

Baca Juga  HUT TAGANA di Rhee Sukses dan Meriah

Sementara Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah menanggapi positif tawaran yang diberikan Kedubes Polandia. Bahkan ia meminta Polandia dapat membantu relokasi RSUD, karena lokasi yang ada saat ini dinilai sudah tidak representatif. Terkait rencana tersebut, Pemkab Sumbawa pun sudah menyiapkan lahan untuk lokasi yang baru. ‘’Soal pembangunan rumah sakit yang pernah kami janjikan saat kampanye dulu, saat ini kami sudah siapkan lahan untuk rumah sakit yang baru. Karena rumah sakit yang ada sudah tidak representatif lagi untuk menampung pasien. Sehingga kami harapkan kerjasama dengan Polandia,’’ tutur Haji Mo, sapaan akrabnya.

Selain itu, Wabup juga menyampaikan keinginan untuk membangun Pelabuhan Teluk Santong. Saat ini sudah tersedia lahan sekitar 100 hektare untuk rencana pembangunan tersebut, termasuk DEDnya pun sudah ada sejak 2015 lalu. Bahkan belum lama ini, pemerintah pusat sudah melakukan survey lokasi di Teluk Santong. ‘’Kami punya masalah di Sumbawa ini tentang dermaga laut. Untuk pengembangan kedepan kami sangat kesulitan. Sehingga kami harap dari Pemerintah Polandia. Beberapa waktu lalu kami juga dengan Menko Kemaritiman sudah mengusulkan untuk bangun satu dermaga baru di Teluk Santong. Dan dari Kementerian juga sudah melakukan survey lokasi,’’ tandasnya.

Alasan Kabupaten Sumbawa ingin dibangunnya pelabuhan tersebut salah satunya saat ini sedang mengembangkan sektor pertanian terutama tanaman jagung yang terintegrasi dengan peternakan. Mulai tahun ini dicanangkan produksi jagung mencapai 1 juta ton pertahun, sehingga limbah dari jagung tersebut akan disulap menjadi pakan ternak. ‘’Kenapa kami berani canangkan 1 juta ton jagung, karena lokasi kami di Sumbawa cukup besar untuk ditanami jagung. Ada lahan persawahan bisa ditanam padi dan bisa juga ditanami jagung kembali. Dengan tingginya tingkat produksi jagung, tentu butuh pelabuhan untuk pengiriman. Karena jagung ini tidak mungkin produksi di Sumbawa, sebab tidak ada pabrik. Sehingga kami ingin mengirim langsung ke Jawa untuk diolah, begitu juga ampasnya untuk pakan ternak. Artinya Sumbawa hanya memproduksi jagung, karena Indonesia masih kekurangan jagung untuk pakan ternak,’’ pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda