RZ Kembali Salurkan Bantuan Modal Usaha di Desa Jorok

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (15/06/2017)

Setelah resmi menjadikan Desa Jorok Kecamatan Unter Iwis sebagai sasaran program desa berdaya 17 Mei lalu, Rumah Zakat (RZ) terus memberikan pendampingan dan pemberdayaan kepada masyarakat setempat selaku penerima manfaat. Melalui Program Senyum Mandiri, RZ kembali memberikan bantuan usaha stimulan kepada tiga orang fakir miskin. Sebelumnya RZ telah memberikan bantuan serupa kepada tiga orang ibu rumah tangga. Saat ini usaha mereka sudah tumbuh dan berkembang bahkan berhasil melahirkan produk unggulan yaitu kerupuk daun singkong yang rencananya akan dipatenkan di Bandung. Bantuan modal usaha ini langsung diberikan oleh Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Repi S kepada Ade, Ican dan Atun. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Buka Puasa Bersama pada Kamis (15/6) sore tersebut dihadiri Kades Jorok, Abdullah AR dan mantan Kepala BAZDA Sumbawa, Syukri Rahmat S.Ag. “Ini kegiatan lanjutan dari launching bulan lalu. Semoga penerima manfaat sebelumnya sudah merasakan manfaatnya,” kata Repi S.

amdal

Para penerima manfaat yang mendapat bantuan modal usaha dari Rumah Zakat ini merupakan orang yang berhak menerima zakat. Dengan bantuan ini diharapkan usahanya menjadi kontinyu dan berkembang, sehingga 2—3 tahun mendatang terjadi perubahan status dari mustahik (orang yang berhak menerima zakat) menjadi Muzakki (orang yang membayar zakat). “Sesungguhnya zakat itu akan menjadi kekuatan bagi umat apabila dikelola dalam bentuk pemberdayaan. Dan perubahan ini merupakan keberhasilan dari program ini,” imbuhnya.

Baca Juga  Fraksi di DPRD Minta Dana Desa Diawasi

Selain terus memberikan pembinaan dalam bentuk pelatihan kewirausahawan dan support dana, Rumah Zakat akan mencari mitra terutama dalam hal pemasaran sehingga produk local terkenal dan mengglobal. “Kami akan evaluasi setiap tiga bulan sekali untuk memastikan progressnya. Jika masih ada kekurangan akan dibenahi dan disupport,” ujarnya.

Dengan program pemberdayaan ini, Repi berharap depan Desa Jorok menjadi desa percontohan untuk desa-desa lainnya. Namun untuk mewujudkan hal itu, Repi mengakui tidak akan bisa bekerja sendiri. Ia mengharapkan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah terutama ikut memback-up program maupun ide-ide melahirkah formula yang paling tepat dalam menjadikan setiap desa sebagai desa yang tumbuh dan berkembang dalam bidang pemberdayaan. “Program Desa Berdaya di Desa Jorok Unter Iwis ini merupakan yang pertama di NTB. Saat ini RZ telah berencana untuk menerapkan program tersebut di Bima dam Kota Mataram,” ucap Repi.

Sementara Syukri Rahmat S.Ag dalam tausyiahnya, mengatakan zakat adalah salah satu rukun Islam. Di dalam Al Qur’an selalu menyebut sholat dan berzakat. Artinya tidak ada sholat bagi orang yang tidak berzakat. Selama ini ada kealpaan bersama karena tidak pernah menyentuh zakat, padahal menjadi pondasi kekuatan ekonomi ummat. Potensi zakat tidak kurang dari Rp 17 Triliun per tahun. Di Sumbawa untuk zakat fitrah mencapai Rp 2,5 Milyar per tahun, belum termasuk bidang pertanian dan peternakan. Zakat memiliki pengertian tumbuh, berkembang dan keberkahan. Karena itu orang berzakat pasti akan tumbuh dan berkembang. Jika ada ternak hilang berarti kurang bersedekah atau berzakat. “Allah punya mekanisme tersendiri untuk mengambil harta yang dititipkan ketika kita tidak berzakat atau bersedekah. Zakat hakekatnya untuk membersihkan harta kita,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda