Realisasi Anggaran Lamban, Ini Penyebabnya

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (15/06/2017)

Penyerapan anggaran di sejumlah instansi pemerintah di Kabupaten Sumbawa masih rendah. Banyak program yang belum terlaksana terutama proyek fisik. Kejaksaan selaku Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah, dan Pembangunan Daerah (TP4D) memiliki kewajiban untuk mengidentifikasi persoalan yang terjadi sehingga penyerapan anggaran menjadi lamban.

Kajari Sumbawa, Paryono SH MH yang dikonfirmasi Rabu (14/6) kemarin, upaya TP4D ini untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional di pusat maupun di daerah, serta mencegah timbulnya penyimpangan dan kerugian negara. Hasil identifikasi ternyata penyebab belum terealisasinya sejumlah program di sejumlah instansi karena Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ketakutan. Sikap PPK ini karena khawatir terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan, di samping takut diintervensi oleh oknum-oknum tertentu. Sikap seperti ini ungkap Kajari, seharusnya tidak perlu terjadi. Harusnya PPK bersikap profesional dan sesuai aturan hukum yang berlaku. “Kalau kerjanya benar dan sesuai aturan kenapa harus takut,” tukas Kajari.

Untuk menghilangkan kekhawatiran ini, TP4D siap melakukan pengawalan dan pendampingan. Seperti yang belum lama ini dilakukan kejaksaan dengan mengumpulkan para calon pelaksana proyek di Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa. Saat itu pihaknya meminta para kontraktor itu bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku mengacu pada Perpres tentang pengadaan barang dan jasa. “Jangan sampai para kontraktor itu menjual proyek atau pakai bendera orang,” tukas Kajari.

Baca Juga  Kasus PAUD Jereweh Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Mataram

Stressing terhadap calon pelaksana proyek ini atas permintaan Dikbud Sumbawa. Sebab paket proyek di instansi tersebut cukup banyak. Selain itu Dikbud salah satu instansi yang penyerapan anggarannya masih belum signifikan. Selain di Dinas Dikbud, pihaknya juga melakukan stressing terhadap calon kontraktor di instansi lainnya. (JEN/SR)

iklan bapenda