Lahirkan Jiwa Kewirausahaan, Mahasiswa UNSA Studi Lapangan

oleh -1 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (13/06/2017)

Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa Besar tetap konsisten mengembangkan program kewirausahaan. Salah satu bentuk komitmennya adalah melakukan studi lapangan dengan mengunjungi Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Lokasi Pasar Ramadhan “Opick”.

amdal

Pembina Mata Kuliah Pengantar Bisnis Prodi tersebut, Jhon Kenedi, M.Pd menyampaikan bahwa studi lapangan ini bertujuan agar mahasiswa memperoleh pengetahuan tentang bagaimana mengembangkan bisnis. Di DPMPTSP Sumbawa, mahasiswa memperoleh gambaran tentang bagaimana prosedur memperoleh ijin usaha sehingga ketika melakukan kegiatan bisnis memiliki kepastian dalam menjalankan usahanya. Di dinas ini mahasiswa diterima secara Sekretaris setempat, Abu Bakar SH didampingi Kasi Pelayanan Perijinan, Iswahyudi Wardani, ST. Sekdis menjelaskan bahwa dinasnya mendapat pelimpahan kewenangan menerbitkan sebanyak 94 ijin usaha sebagaimana Peraturan Bupati Sumbawa No. 18 Tahun 2017 tentang Standar Pelayanan. Semua sudah dipertegas baik tentang persyaratan maupun hal-hal teknis lainnya. Pejabat yang dikenal ramah ini juga menjelaskan bahwa untuk penerbitan ijin paling lambat lima hari baik ijin yang verifikasi dan non verifikasi. Namun untuk ijin SIUP dan TDP dapat diterbitkan selama satu jam dan paling lambat satu hari. Dalam hal pemberian pelayanan kepada masyarakat saat ini dinasnya sudah memperoleh penghargaan dari Komisi Omdusman. Pada akhir kegiatan sekretaris DPMPTSP berharap kepada masyarakat maupun mahasiswa yang akan menjalankan usahanya agar segera mengurus ijin usaha sehingga memiliki kepastian bahkan untuk bermitra dengan pihak ketigapun harus memiliki ijin, karena prosedurnya lebih mudah dan lebih cepat.

Baca Juga  UN SMP/MTs di Sumbawa Lulus 100 Persen
mengunjungi Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)

Sementara pada kunjungan ke salah satu pengusaha, Opick, mahasiswa memperoleh pengalaman merintis dan mengembangkan usaha. Tentu dengan adanya kegiatan studi lapangan ini mahasiswa akan mulai terpacu dan memulai usaha sejak dini.

Opick mengaku merintis usaha dari nol. Sebelumnya dia seorang karyawan perusahaan di Pulau Jawa, namun tidak memperoleh hasil maksimal. Dia pun kembali pulang ke Sumbawa dan mencermati potensi untuk menjalankan usaha. Pada mulanya dia berjualan sayur menggunakan sepeda dayung, lalu becak dan meningkat ke sepeda motor. Kini dia sudah memiliki 4 unit roda empat untuk menjalankan usahannya. Opick juga memberikan beberapa tips kepada mahasiswa tentang kiat-kiatnya menjalankan usaha, di antaranya dilakukan spontan yaitu apa yang dipikirkan dikerjakan. “Jangan dipikirkan terus tapi tidak dikerjakan,” ujarnya.

Berbisnis itu hendaknya menawarkan produk yang belum dijual oleh orang lain. Menjual yang aneh-aneh seperti pada awalnya dia menjual sayur. Kemudian dalam berbisnis perlu ada persaingan untuk berdaya sehingga konsen dalam mengurus bisnis. Demikian juga jaringan sangat penting dalam berbisnis. Untuk produk yang ditawarkan saat ini ada sekitar ribuan yang paling banyak merupakan produk dari mitra. Demikian dengan pihak perbankan kemitraannya sudah lama dibangun. (JEN/SR)

iklan bapenda