Kasus Perampokan di Prode Jadi Atensi Kapolres

oleh -0 views
Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo SIK MT pimpin olah TKP kasus perampokan
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (12/06/2017)

Kasus perampokan di Dusun Lenang Jerawa, Desa Prode I, Kecamatan Plampang, Senin (12/6) dinihari menjadi atensi Kapolres Sumbawa. Bahkan orang nomor satu di jajaran Bhayangkara Sumbawa ini turun langsung memimpin olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dihubungi SAMAWAREA sore tadi, Kapolres AKBP Yusuf Sutejo SIK MT menegaskan hal itu. Kasus ini menjadi prioritas untuk bisa diungkap. Namun dalam olah TKP masih belum ditemukan petunjuk dan pelaku diketahui kabur ke dalam hutan wilayah setempat. Sedangkan informasi yang dihimpun di lokasi masih dikembangkan guna mendapatkan petunjuk lebih lanjut.

Untuk mengantisipasi adanya kasus serupa di lokasi yang sama maupun di tempat lain, Kapolres menghimbau masyarakat menggiatkan siskamling. Selain itu masyarakat diminta tidak terlalu pamer harta karena akan menimbulkan niat jahat dari pelaku. Karena kejahatan akan terjadi jika ada niat dan kesempatan. “Jika punya uang banyak sebaiknya disimpan di bank, jangan di rumah karena akan mendatangkan mudharat seperti kasus perampokan yang terjadi di Plampang ini,” kata Kapolres mengingatkan.

Seperti diberitakan, aksi perampokan di Dusun Lenang Jerawa, Desa Prode I, Kecamatan Plampang, Senin (12/6) dinihari sangat mengejutkan. Pasalnya Hasanuddin—salah satu warga setempat nyaris tewas dibantai perampok. Pelaku yang berjumlah dua orang masuk dengan cara membuka grendel pintu bagian belakang. Keduanya masing-masing membawa parang. Tanpa basa-basi, pelaku menghajar korban menggunakan balok kayu dan sekop hingga tidak sadarkan diri. Korban mengalami luka robek di bagian kepala dan tangan sebelah kiri. Perampok kabur meninggalkan korban yang rebah bersimbah darah setelah menggondol perhiasan emas, uang tunai Rp 10 juta, BPKB truk EA 8572 S, dua unit HP dan dua buah KTP. Sepeninggal perampok, istri korban langsung mencari pertolongan. Warga yang datang melarikan korban ke Puskesmas Plampang untuk mendapat penanganan medis. Untuk menghentikan darah yang mengalir, kepala korban mendapat 40 jahitan. (JEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Selamatkan Uang Negara, Wabup KSB Minta Bantuan Jaksa