Doktor Zul: Kita Harus Punya Keberanian

oleh -7 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (11/06/2017)

Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc sudah memantapkan diri maju sebagai Calon Gubernur NTB pada Pilgub 2018 mendatang. PKS telah memberikan sinyal positif akan mengusung tokoh nasional asal Sumbawa ini. Bahkan beberapa partai lain sudah mulai melirik. Majunya Doktor Zul—demikian tokoh kharismatik ini disapa, dianggap terlalu berani di tengah sikap pesimis masyarakat bahwa orang dari Pulau Sumbawa tidak akan bisa menyaingi figur dari Pulau Lombok. Hal ini berdasarkan hitungan klasik dan matematis bahwa jumlah penduduk di Pulau Lombok jauh lebih besar daripada Pulau Sumbawa. Dengan kondisi tersebut, banyak figur dari Pulau Sumbawa berbondong-bondong untuk memantaskan diri sebagai Calon Wakil Gubernur. Pernyataan ini mengemuka pada Dialog Kebangsaan yang digelar DPD PKS Kabupaten Sumbawa di Sekretariatnya, Simpang Empat, PPN Bukit Permai, Kelurahan Seketeng Kecamatan Sumbawa, Sabtu (10/6).

amdal

Menjawab hal itu, Doktor Zul yang didampingi Ketua DPD PKS Sumbawa, Muhammad Takdir, mengutip kisah “Antara Ular dan Harimau” yang merupakan cerita rakyat Thailand—sebuah negara yang tidak pernah dijajah. Dalam cerita itu mengisahkan seorang petani di Thailand timur yang dikejar harimau buas saat masuk ke hutan. Karena lapar, Harimau ini berlari cukup kencang. Agar tidak dimangsa, sang petani menceburkan diri ke sumur. Tapi sang petani berhasil meraih dan menggelayut di dahan pohon tepat berada di tengah-tengah sumur. Karena posisinya di tengah, Harimau yang berada di tepi sumur tidak bisa meraih sang petani. Rupanya sumur itu kering tidak berair. Yang mengerikan lagi di dasar sumur ada kumparan hitam yang ternyata ular besar. Merasa ada mangsa di atas, ular inipun juga berusaha meraih sang petani tapi tidak tergapai meski beberapa kali dicoba. Si ular dan Harimau ini terus berusaha namun tidak pernah bisa. Bahaya selanjutnya datang. Dari lubang dahan kayu itu, keluar tikus kemudian mulai menggigit dahan kayu tempat bergelayutnya petani. Di tengah kegentingan ini petani menengadahkan kepalanya ke atas, dan melihat sarang lebah besar di atas pohon yang dahannya sebagai tempatnya bergelayut. Dari sarang itu jatuh tetesan madu dan masuk ke mulut petani. Dengan wajah berseri petani pun berkata “hidup ini memang manis”.

Baca Juga  Presiden: Percepat Pendataan dan Penataan Tanah di Kawasan Hutan

Cerita rakyat ini begitu dahsyat, karena nenek moyang Bangsa Thailand tidak menuliskan kesimpulan dari kisah tersebut. Hal ini seolah membiarkan masyarakat Thailand untuk menuliskan kesimpulannya sendiri. Jika orang yang pesimis pasti akan menulis kesimpulan bahwa petani ini akan mati jatuh ke sumur lalu dimakan ular karena dahan pohon tempatnya berlindung patah digigit tikus. Tapi jika orang yang optimis akan menyimpulkan bahwa petani ini bisa selamat. Karena mereka menulis harimau yang kelaparan terpaksa melompat meraih sang petani, lalu jatuh ke sumur berkelahi dengan ular dan sama-sama mati. “Kami ingin orang Sumbawa nanti bisa menulis kesimpulan dan memiliki ceritanya sendiri terkait Pilgub NTB ini, dengan penuh rasa optimisme,” kata Doktor Zul.

Doktor Zul menginginkan bahwa majunya ia di pentas politik tidak perlu dimaknai secara berlebihan sehingga harus menghilangkan akal sehat, dan melakukan berbagai cara untuk bisa menang. Ia maju menjadi Cagub NTB, ingin menunjukan bahwa orang Sumbawa bisa dan memiliki keberanian. Jika mental kalah sudah terstigma dan ditunjukkan dari awal, maka selanjutnya tidak akan memiliki keberanian. “Jangan sampai orang Sumbawa kehilangan keberaniannya, dan mengatakan menjadi Gubernur NTB ini tidak mungkin. Tidak boleh kita bermental kalah, ini perlu dirubah maka kita akan berani,” tukasnya.

Doktor Zul mengaku maju sebagai Calon Gubernur, bagaikan cerita seorang petani tadi yang banyak dikelilingi figur lain yang luar biasa. Jika disikapi secara pesimis maka tidak akan ada peluang untuk bisa terpilih. Tapi jika disikapi secara optimis maka segala kemungkinan pasti ada. Karenanya kondisi tersebut harus dihadapi dengan santai. Karena Pilgub kontestasi politik yang sejatinya masyarakat diberikan pilihan sehingga ada kontestan yang layak menjadi pilihan bersama. Patut pula diyakini bahwa menjadi Gubernur, Bupati dan lainnya adalah takdir yang telah tertulis. Kendati telah berusaha sekuat tenaga jika tidak ditakdirkan untuk menang maka tidak akan pernah terjadi. Sebaliknya meski apapun yang menolak dan merintangi, jika sudah ditakdirkan terpilih, maka tidak akan ada yang bisa merubahnya. “Sebagai orang beriman ketika mendapat kenikmatan bersyukur, dan bersabar ketika keinginan tidak tercapai. Semoga ikhtiar kita ini berbuah manis,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

Baca Juga  Soal Tragedi Rohingya, Ini Sikap Dr. Zul

 

iklan bapenda