Dialog Kebangsaan, PKS Sumbawa Hadirkan Calon Gubernur NTB

oleh -2 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (11/06/2017)

DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sumbawa menggelar dialog kebangsaan, Sabtu (10/6). Kegiatan yang dirangkaikan dengan berbuka puasa bersama di Kantor PKS, Simpang Empat PPN Bukit Permai Kelurahan Seketeng ini, menghadirkan tokoh nasional yang juga Calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah M.Sc. Hadir dalam kegiatan ini para kader dan anggota DPRD dari Fraksi PKS dan warga sekitar.

Ketua DPD PKS Sumbawa, Muhammad Takdir yang ditemui usai kegiatan mengatakan, dialog kebangsaan dan buka puasa bersama ini merupakan rangkaian dari Ansyitoh PKS sepanjang Ramadhan. Sebelumnya telah dilaksanakan Tarhib Ramadhan dalam rangka kajian dan memberikan wawasan tentang ibadah puasa agar dapat dilaksanakan secara khusyu dan tawaddu. Kemudian Takjil On The Road, membagi-bagikan takjil kepada masyarakat terutama pengguna jalan menjelang berbuka puasa. Selanjutnya, pengumpulan zakat dan shodaqoh untuk disalurkan kepada yang berhak, serta i’tikaf di Masjid SDIT Samawa Cendekia pada 10 malam terakhir ramadhan. Hal ini sejalan dengan motto kegiatan yaitu “Ramadhan Berkhidmat, Ramadhan Gembira dan Ramadhan Bersahabat”. Ramadhan Berkhidmat artinya, PKS hadir dan berbuat untuk masyarakat. Dengan melaksanakan kajian ramadhan dan kegiatan lainnya diharapkan akan melahirkan manusia yang bertaqwa. Kemudian Ramadhan Gembira, bagaimana ibadah puasa ini dilaksanakan dengan penuh semangat dan kesabaran, bukan sebagai bulan yang berat dan menyusahkan. Selanjutnya Ramadhan Sahabat, PKS ingin merangkul semua elemen masyarakat dengan menyambut ramadhan dalam suasana silaturrahim, sehingga bisa saling memaafkan dan memahami.

Untuk Dialog Kebangsaan ini, ungkap Takdir, PKS sengaja mengundang Doktor Zul sebagai pembicara. Sebab Dr Zul merupakan tokoh nasional dan Anggota DPR RI sehingga sangat berkapasitas untuk membedah wawasan kebangsaan dan kehidupan bernegara. Masyarakat dapat bertukar pikiran mengenai situasi bangsa saat ini. Selain itu Doktor Zul merupakan Calon Gubernur NTB dari PKS yang harus terus menjalin silaturrahim dengan seluruh lapisan masyarakat terutama di wilayah Kabupaten Sumbawa. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui lebih dalam bahwa Doktor Zul adalah putra Sumbawa dengan kapasitas mantap, bagus dan berkualitas yang patut dimenangkan pada Pilgub NTB 2018 mendatang.

Baca Juga  Absensi Sidik Jari dan 6 Hari Kerja akan Dievaluasi

Dialog Kebangsaan ini diikuti masyarakat dengan sangat antusias. Dalam kesempatan itu Ketua RW setempat, Muhammad Sembiring mengemukakan kegalauannya atas kondisi bangsa saat ini yang kian carut-marut dan penuh dengan saling curiga serta rawan terjadi perpecahan. Di bagian lain Sembiring menyatakan salut kepada Doktor Zul yang mencalonkan diri sebagai Gubernur NTB, di kala tokoh-tokoh Sumbawa mengejar posisi sebagai Calon Wakil Gubernur. Hal ini memberikan semangat kepada masyarakat Sumbawa untuk tampil menjadi yang terbaik.

Sementara Doktor Zul dalam ceramahnya mengatakan bahwa partai politik terutama PKS harus menjadi sarana perekat umat. Sebab umat saat ini menghadapi tekanan yang begitu besar. Di kota-kota besar, ungkap Doktor Zul, orang mulai takut dikatakan aktivis Islam, khawatir mengucapkan Assalaamu’alaikum dengan fasih dan mengutip dua atau tiga kalimat Al-Qur’an karena takut dituduh teroris. Hal itu dikotomi karena semua bangga dengan mengatakan “saya pancasila, saya cinta NKRI dan kebhinekaan”. Namun Ia berharap kader PKS tetap menjadi kader dakwah yang tampil ke hadapan publik dengan memberi kemanfaatan yang luar biasa bagi umat.

Doktor Zul menukil kisah orang tua renta yang sudah didera penyakit komplikasi. Di penghujung usianya dia merenung dan merefleksi perjalanan hidupnya dengan penuh penyesalan. Orang tua ini memiliki cita-cita mengubah wajah dunia, tapi ternyata tidak mampu akhirnya cita-citanya direduksi menjadi keinginan merubah wajah tanah airnya. Untuk merubah ini perlu perjuangan keras dan bukan persoalan sederhana. Diapun gagal dan cita-citanya diturunkan dengan keinginan merubah wajah kampung halamannya. Ternyata hal itu tidak gampang hingga keinginannya dipersempit untuk merubah wajah keluarganya. Tapi ini juga tidak semulus yang dibayangkan. Satu-satunya yang bisa dirubah di penghujung usianya adalah merubah dirinya sendiri. Dia pun mulai berpikir seandainya dahulu saat dia masih muda akan memulai dengan merubah dirinya sendiri. Dari perubahan ini mungkin ada kekuatan internal untuk merubah keluarganya. Ketika keluarganya sudah bagus, dia memiliki kekuatan moral untuk merubah kampung halamannya. Selanjutnya dengan kemampuan itu dia memiliki martabat untuk merubah tanah airnya yang akhirnya dengan sendirinya wajah dunia akan berubah.

Baca Juga  Zulrohmi dan Jilbab Ijo Bersih-bersih Pantai

Kisah ini mengilustrasikan mengapa kader PKS perlu menjadi pemimpin baik bupati, gubernur dan presiden sekalipun. PKS hadir dengan doktrin sederhana, dengan langkah awal merubah diri bagaimana menjadi individu yang sholeh dan sholeha. Sebab orang yang sholeh pasti akan berjodoh dengan orang yang sholeha sehingga mampu membentuk satu keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah. Anak yang dilahirkanpun akan akrab dengan kehidupan Islami. Ketika keluarganya bagus, akan mendorongnya untuk berdakwah bagi orang lain.

Menurut Doktor Zul, konsep ideal Islam itu bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan maupun kepemimpinan. “Jangan sampai kita piawai membaca Al-Quran, dan mengutip hadist, tapi tidak bisa mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan. Masyarakat kita memang butuh mendengarkan lantunan ayat suci Al Qur’an, hadist nabi, hingga cerita indah tentang Islam. Tapi jauh lebih penting dari itu masyarakat kita butuh lepas dari kemiskinan dan bebas dari pengangguran, serta menginginkan kehidupan yang baik dan sejahtera. Itulah hakekat kepemimpinan hadir untuk mewujudkan semua itu,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

 

 

iklan bapenda