Bukber Rektor UTS, Ketua PWI Kupas Makna Rukun Islam

oleh -1 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (09/06/2017)

Rektor UTS bersama para Wakil Rektor dan tim humas mengadakan buka puasa bersama dengan insan pers, Jum’at (9/6) kemarin. Kegiatan yang dilaksanakan di kediaman Rektor UTS, Dr. Andy Tirta, Perumahan Bumi Indah Residence, Kelurahan Seketeng ini sebagai upaya untuk mempererat jalinan silaturrahim. Kegiatan yang berlangsung santai dan penuh rasa kekeluargaan tersebut dihadiri sejumlah wartawan media cetak, televisi, online dan pimpinan radio. Teristimewa Ketua PWI Sumbawa, Jamhur Husain B.Sc juga hadir dan didapuk menyampaikan Kultum sembari menunggu waktu berbuka puasa. “Kami senang sekali teman-teman pers menghadiri undangan buka puasa yang sederhana ini. Kami berharap jalinan silaturrahim ini tetap terjaga, dan saling mendukung dalam hal kebaikan,” ucap Rektor UTS, Andy Tirta selaku tuan rumah.

amdal

Sementara Ustadz JH—sapaan Ketua PWI dalam ceramahnya mengupas tuntas makna Rukun Islam yang wajib dilaksanakan kaum muslimin. Pertama, mengucapkan dua kalimat syahadat yang merupakan pengakuan dan kesaksian tiada tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Syahadat (persaksian) ini memiliki makna mengucapkan dengan lisan, membenarkan dengan hati lalu mengamalkannya melalui perbuatan. “Tidak dikatakan orang muslim jika tidak melafazkan syahadat ini,” katanya.

Kedua, Shalat yang maknanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Karena Shalat itu sangat wajib, dikerjakan mendapat pahala dan jika tidak dikerjakan mendapat dosa. “Dari itulah kita sebagai umat Islam maupun yang baru memeluk dan yang sudah beragama Islam dari lahirnya harus melaksanakan shalat, bagi anak-anak harus cepat perintahkan shalat dari sekarang, agar terbiasa. Nah kalau sudah terbiasa maka kita sebagai orang tua tidak perlu susah lagi untuk memerintah anak kita untuk shalat,” imbuhnya.

Baca Juga  Ika Smandita’10 Dorong Generasi Muda KSB Gemar Membaca

Shalat lima waktu sehari semalam yang Allah syariatkan untuk menjadi sarana interaksi antara Allah dengan seorang muslim. Selain itu menjadi sarana pencegah bagi seorang muslim dari perbuatan keji dan mungkar sehingga ia memperoleh kedamaian jiwa dan badan yang dapat membahagiakannya di dunia dan akhirat.
Selanjutnya, Zakat. Sebagai umat Islam wajib melaksanakan rukun yang ketiga ini. Karena rezeki yang dimiliki sebagiannya milik orang miskin atau tidak mampu yang pantas diberi. “Zakat membersihkan harta-harta kita yang haram baik dalam bentuk barang ataupun uang,” jelasnya.

Rukun keempat, Berpuasa dalam Bulan Ramadhan. Puasa wajib dilaksanakan setahun sekali pada Bulan Ramadhan. Bila tidak melaksanakan puasa wajib sehari saja, maka harus meng-qodonya. Jika tidak mengqodonya maka akan mendapatkan dosa. Selain wajib dilaksanakan, puasa memiliki manfaat, di antaranya melatih kesabaran dan sangat baik untuk kesehatan tubuh. Terakhir, menunaikan ibadah haji. Ini dilaksanakan bagi yang mampu tidak hanya secara harta benda, tapi juga kemampuan ilmu dan fisik. “Bagi yang sudah mampu jangan menunda-nunda. Jika belum sempat berhaji, awali dengan melakukan umroh, “ ucap Ust. JH yang sudah dua menunaikan ibadah umroh ini. (JEN/SR)

 

 

iklan bapenda