Bolos Kerja, Anggota Polres Sumbawa Diusul Dipecat

oleh -9 views
Kasi Propam Polres Sumbawa, IPTU Buhari Tamal
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (09/06/2017)

Anggota Polres Sumbawa, Brigadir MSP dinilai sudah tidak layak menjadi anggota Polri. Pasalnya anggota yang sebelumnya bertugas sebagai Babhinkamtibmas Desa Banda Kecamatan Tarano ini melakukan disersi atau tidak masuk kerja selama 88 hari. Polres Sumbawa melalui sidang kode etik profesi yang dilaskanakan belum lama ini, memutuskan oknum anggota tersebut direkomendasikan untuk di-PTDH (Perberhentian Tidak Dengan Hormat). Mendengar putusan yang dijatuhkan Ketua Komisi Kompol Nurdin Senang didampingi Wakil Ketua Kompol Luthfan dan anggota Kompol Ibrahim serta dihadiri Penuntut IPTU Buhari Tamal dan Brigadir Bobby Suryanto, Brigadir MSP yang didampingi IPTU Muaji dan Bripka Endrajaya SH langsung menyatakan banding.

Kasi Propam Polres Sumbawa, IPTU Buhari Tamal yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Kamis (8/6) kemarin, rekomendasi PTDH ini dijatuhkan karena terduga pelanggar (Brigadir MSP) melakukan pelanggaran karena meninggalkan tugas tanpa ijin pimpinan. Oknum tersebut melakukan disersi selama 88 hari kerja terhitung dari 24 Agustus hingga 27 Oktober 2016 dan 14 November 2016—22 Desember 2016. Secara aturan lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut itu sudah memenuhi syarat meninggalkan tugas tanpa ijin yang sah dan layak diajukan dalam sidang kode etik profesi. Putusan itu berdasarkan pertimbangan komisi karena banyak hal yang memberatkan terduga. Ketika menjadi anggota Polres Lotim, yasng bersangkutan pernah diajukan ke sidang disiplin sebanyak 4 kali. Setelah dipindahkan ke Polres Sumbawa Tahun 2013 lalu, Brigadir MSP kembali melakukan pelanggaran sehingga diajukan ke sidang disiplin. Dari lima pelanggaran yang dilakukan ini semuanya tidak masuk kantor. Untuk mengajukan terduga ke sidang kode etik, Buhari mengaku sempat mencari terduga mulai dari Desa Banda Tarano tempatnya bertugas sebagai Babhinkamtibmas, hingga ke rumahnya di Mayura Kota Mataram. Di sana polisi menemukan terduga yang kemudian langsung dibawa ke Polres Sumbawa untuk menjalani pemeriksaan. Pasca pemeriksaan, terduga masih melakukan pelanggaran karena setiap dalam satu bulan pasti ada beberapa hari tidak masuk kantor. “Banyak hal yang memberatkan sehingga komisi memutuskan yang bersangkutan sudah tidak layak dipertahankan statusnya menjadi anggota Polri.

Baca Juga  Perampok di Perkemahan Bukit Teletubbies Diringkus

Untuk diketahui, putusan berisi rekomendasi PTDH ini, adalah yang pertama pada Tahun 2017 ini sekaligus di masa kepemimpinan AKBP Yusuf Sutejo SIK MT. (JEN/SR)

 

 

iklan bapenda