Mahasiswa UNSA Sulap Buah Mangrove Jadi Kue dan Sabun

oleh -8 views
bankntb

Dampingi dan Latih Masyarakat Pesisir

SUMBAWA BESAR, SR (06/06/2017)

amdal

Mahasiswa Universitas Samawa (UNSA) terus berinovasi. Salah satunya menyulap buah mangrove menjadi kue dan sabun. Upaya ini dilakukan melalui program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian kepada masyarakat (PKM-M), mahasiswa Universitas Samaw. Melalui program ini mahasiswa UNSA memberikan pelatihan dan pendampingan pengolahan buah mangrove yang diikuti ibu-ibu  PKK Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape. Kegiatan PKM-M ini merupakan tindaklanjut dan realisasi dari lulus dan diterimanya proposal PKM mahasiswa UNSA oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti). Mengangkat judul “Sarung KK ABG (Sabun Mangrove dan Kue Kering ala Brugueiragimnorrhiza): Inovasi Penyelamatan Ekosistem Mangrove melalui Peningkatan Nilai Ekonomi Mangrove dan Pendapatan Masyarakat Desa Labuan Kuris”, tim PKM-M yang diketuai Ike Oktapiana di bawah bimbingan Neri Kautsari, S.Pi.,M.Si berhasil meyakinkan tim reviewer untuk mendanai kegiatan tersebut.

Kegiatan PKM ini didasari dari adanya kepedulian mahasiswa terhadap keberlanjutan ekosistem mangrove di desa setempat. Lalu Ilham Syaputra yang merupakan salah satu dari anggota tim ini menyatakan bahwa ekosistem mangrove harus segera diselamatkan untuk menjaga keberlanjutan sumberdaya perikanan pantai. Disebutkan Ike Oktapiana, sebagian besar kerusakan mangrove di wilayah pesisir karena sebagian masyarakat kurang mengetahui cara pemanfaatan mangrove dalam meningkatkan perekonomiannya. Karenanya perlu adanya transfer ilmu kepada masyarakat dalam hal pemanfaatan mangrove sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi. Terdapat dua produk olahan yang dipilih pada kegiatan ini adalah kue kering mangrove dan sabun cair. Kue kering dibuat dari buah mangrove jenis Brugueiragimnorrhiza sedangkan sabun mangrove dibuat dari mangrove jenis Sonneratia sp. Ibu-ibu PKK yang berasal dari semua dusun di Desa Labuhan Kuris sangat antusias.

Baca Juga  Kunjungi UTS, Kepala Kantor Bahasa NTB Tawarkan Sejumlah Program

Sekdes Labuan Kuris, Dahlan yang mewakili Kadesnya, memberikan apresiasi atas terlaksananya PKM UNSA ini. Pasalnya program tersebut sangat pas dengan potensi desanya yang memiliki ekosistem mangrove. Ia berharap hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan masyarakat terutama ibu PKK dalam memanfaatkan buah mangrove sebagai produk olahan baru. Ia juga berharap, kegiatan ini dapat terus berlanjut.

Sementara Neri Kautsari S.Pi.,M.Si selaku dosen pembimbing menyatakan PKM bagian dari tri dharma perguruan tinggi yang dilakukan mahasiswa. Kegiatan ini ditujukan untuk 3 hal pokok yaitu meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan dan masyarakat, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, dan menjalin kerjasama antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Kegiatan pelatihan tersebut diawali dengan pemutaran video teknik-teknik pengolahan buah mangrove dan dilanjutkan dengan penyampaian materi serta praktek secara langsung oleh mahasiswa dan ibu-ibu PKK. “Kegiatan ini sangat membantu ibu-ibu Labuan Kuris dalam memanfaatkan potensi lokal yaitu

Ermawati S.Pd sebagai ketua PKK Desa Labuhan Kuris menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu ibu-ibu Desa Labuhan Kuris dalam memanfaatkan potensi lokal yaitu mangrove yang selama ini belum diketahui manfaatnya. “Kami juga berharap kegiatan ini terus berlanjut sehingga keberadaan mangrove tetap lestari mengingat adanya semangat masyarakat untuk melakukan penanaman agar buahnya dapat terus dimanfaatkan,” pungkasnya.  (JEN/SR)

 

iklan bapenda