Datu Seran Express Siap Beroperasi di Labu Lalar, Asal…

oleh -1 views
Jumpa pers Direktur Datu Seran Express
bankntb

SUMBAWA BARAT, SR (06/06/2017)

Kapal Cepat Datu Seran Express siap beroperasi di Dermaga Labu Lalar, 9 Juni mendatang. Namun demikian ada syaratnya. di antaranya pemerintah daerah harus membeli 50 tiket setiap harinya pulang pergi untuk menutupi biaya operasional selama setahun semasa promosi Dermaga Labu Lalar.

amdal

Dalam konfrensi persnya di ruang rapat Dinas Perhubungan KSB, Direktur Datu seran Express, Faturrahman MD menyatakan sangat siap beroperasi di Labu Lalar. Tapi dia berharap pemerintah daerah dapat memikirkan tentang keberlanjutan operasinalnya. Beroperasi di Dermaga Lalu Lalar ungkap Faturrahman, merupakan yang pertama, sehingga membutuhkan promosi yang gencar agar dikenal oleh masyarakat luas. “Kemungkinan dalam tahap promosi ini penumpang tidak begitu maksimal, sementara setiap hari kami membutuhkan biaya operasional,” katanya.

Biaya operasional pulang pergi Lalar—Senggigi yang dibutuhkan ungkap Fatur, mencapai Rp 22 juta. Pengalaman Datu Seran beroperasi PP dari Benete—Senggigi dari masyarakat hanya Rp 12 juta, sisanya terpaksa ditutupi sebagai komitmen perusahaan untuk tetap beroperasi. “Jadi kami ingin menawarkan kepada pemerintah untuk kerjasama dalam pembelian tiket. Pemerintah harus membeli 50 tiket 50 shif pergi dan 50 shif kembali setiap harinya selama setahun. Tiket ini bisa untuk perjalanan dinas dan bisa dijual ke masyarakat umum. Dengan demikian biaya operasional kami bisa tertutupi dan kami bisa terus beroperasi di Dermaga Labu Lalar,” jelasnya.

Baca Juga  Hj Niken: NTB Siap dengan Penatarias yang Kompeten

Terhadap tawaran itu, Kadis Perhubungan KSB, mengaku belum bisa memutuskannya. Tawaran itu harus menyampaikannya kepada Bupati yang memiliki hak menentukan kebijakan apakah menyetujui selama setahun atau hanya tiga bulan sembari melihat kestabilan guna dilakukan evaluasi. “Setelah tiga bulan dan dievaluasi akan ditentukan apakah kerjasama itu dilanjutkan atau tidak, semuanya tergantung kebijakan bupati,” imbuhnya.

Berdasarkan kalkulasi, jika Pemda membayar 100 tiket pulang pergi dari Labu Lalar ke Senggigi, setiap harinya harus mengeluarkan Rp 20 juta dengan perhitungan harga per tiket Rp 200 ribu. Artinya, dalam sebulan mencapai Rp 600 juta dan setahun Rp 7,2 milyar. (HEN/SR)

 

iklan bapenda