Tiga Pelaku ‘Cemburu Berdarah’ Masuk DPO

oleh -0 views
Kapolsek Moyo Hilir, IPTU Hurfan
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (05/06/2017)

Polsek Moyo Hilir mengidentifikasi bahwa pelaku penebasan Muhammad Dubet, warga Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara, berjumlah tiga orang termasuk otak pelaku berinisial TP. Saat ini polisi terus menyelidiki keberadaan mereka yang informasi terakhir berada di luar daerah. “Kami terus memburunya,” kata Kapolsek setempat, IPTU Hurfan saat ditemui di Polres Sumbawa, Senin (5/6).

amdal

Terungkapnya pelaku lain selain TP dalam kasus yang dikenal sebutan “cemburu berdarah” ini, ungkap Kapolsek, setelah pihaknya menemui korban di rumah sakit. Korban sempat melakukan perlawanan, namun tebasan parang secara bertubi-tubi membuatnya terluka parah. Kasus penganiayaan berat ini jelas Kapolsek, bermula dari kecurigaan pelaku bahwa istrinya memiliki hubungan asmara dengan korban. Hal ini diketahui pelaku dari pesan singkat di HP istrinya. Melalui HP itu pelaku memancing korban untuk bertemu di depan puskesmas. Korban yang tidak mengetahui jika yang SMS itu adalah pelaku, bergegas beranjak menuju puskesmas. Ternyata di TKP sudah menunggu TP bersama dua orang rekannya. Dikatakan Kapolsek, TP sempat menanyai korban tentang kebenaran hubungan dengan isterinya. Korban hanya menjawab bahwa kemungkinan SMS itu salah alamat. Belum sempat korban memberikan klarifikasi panjang lebar, TP langsung menyerangnya. Beberapa kali tebasan parang pelaku bisa dihindari korban. Tapi tebasan yang kesekian kali ini mengena tepat di tangan korban. Karena terluka korban berusaha lari menyelamatkan diri. Tapi dua rekan pelaku tak tinggal diam berusaha mengejar dan berhasil menarik tangan korban. Korban terjatuh. Dalam posisi itu kedua rekan pelaku memegang tangan korban. Tanpa menunggu lama, pelaku melayangkan parangnya tepat ke arah leher, namun korban berhasil menghindar. Namun naas parang itu justru mendarat di lengannya sehingga nyaris putus. Meski demikian korban masih bisa bangkit dan menyelamatkan diri ke arah minimarket. Para pelaku ini sebenarnya hendak ikut masuk ke toko itu untuk mengejar korban guna menuntaskan emosinya. Tapi urung dilakukan karena terlanjur muncul sejumlah warga. Para pelaku pun kabur dari TKP.

Baca Juga  Soal Korupsi Pengadaan Tanah, Laporan Indi Suryadi Kadaluarsa

Untuk diketahui, TP dan dua rekannya salah satunya berinisial RD, sudah kerap melakukan tindak kriminal. Mereka cukup dikenal. Karenanya untuk mencari keberadaan para pelaku ini, pihak Polsek diback-up Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumbawa. Rencananya ketiganya akan ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Seperti diberitakan SAMAWAREA, Muhammad Dubet (32) nyaris tewas tertebas, Jumat (2/6) malam sekitar pukul 21.00 Wita. Warga Penyaring ini mengalami luka parah di sekujur tubuhnya. Selain luka menganga di kaki dan leher bagian belakang, juga lengan tangannya nyaris putus. Kini korban sudah mendapat penanganan medis di RSUD Sumbawa dan kondisinya berangsur baik. (JEN/SR)

 

iklan bapenda