Lantung Berbenah Menuju Festival Kampung Syahdu

oleh -23 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (03/06/2017)

Kecamatan Lantung terus berbenah untuk menjadi daerah pariwisata yang patut dikunjungi. Potensi alam yang mendukung, inovasi pemerintah kecamatan yang luar biasa dan partisipasi masyarakat yang tinggi, menjadi modal dalam merealisasikan upaya tersebut. Lantung sempat heboh dengan Lenang India-nya yang kini berubah nama menjadi Lenang Indah Lantung. Ratusan bahkan ribuan orang dibuat penasaran sehingga terdorong untuk datang dan menginap di savana hijau yang membentang luas tersebut. Untuk menguatkan imej tersebut, kecamatan yang berada di bagian selatan Kabupaten Sumbawa tersebut kini gencar mempromosikan diri melalui berbagai program dan event. Salah satunya Festival Kampung Syahdu. Kegiatan tahunan dalam tema besar Festival Budaya Samawa ini akan digelar di Lantung pada 24—27 September 2017.

Camat Lantung, Drs. Iwan Sofian terus mendorong partisipasi masyarakatnya

Camat setempat, Drs. Iwan Sofian kepada SAMAWAREA, Sabtu (3/6) mengatakan tahapan pembenahan berkelanjutan menuju Festival Kampung Syahdu ini tengah dilakukan. Festival ini dipusatkan di lokasi Camping Ground Lenang Indah Lantung—sebuah savanna hijau yang membentang cukup luas yang dikelilingi bunga-bunga indah dari Pohon Kayu Kelok (seperti Bunga Sakura Jepang). Festival ini dilaksanakan bertepatan dengan puncak musim dingin di Lantung dengan kondisi dipenuhi kabut. Pada musim ini dilakukan musim panen Umbi Tamoar (sejenis Kunyit) yang bisa diolah menjadi minuman khas dan makanan khas Lantung (orang menyebutnya Tele Tamoar). Festival ini akan menyebar di 4 desa se-Kecamatan Lantung. Masing-masing desa akan menyajikan beberapa event yaitu Festival Palompong Rame, Festival Kuliner Tradisional, Festival Agro Wisata, Festival Kampung Pelangi, Festival Nganyang Rame (Main Asu) dan Festival Pementasan Seni Budaya Lantung.

Baca Juga  XL Fokus Untuk Terus Tingkatkan Kenyamanan Pelanggan

Tidak ada pekarangan yang lowong, semua dimanfaatkan masyarakat untuk tanaman agrowisata

Iwan—sapaan camat inovatif ini mengakui jika Desa Ai Mual telah diplot menjadi Kampung Pelangi yang menyajikan pemandangan perkampungan tradisional dengan warna-warni pelangi (mewarnai rumah penduduk). Selain pengunjung menikmati indahnya pelangi ‘darat’ juga dapat merasakan nikmatnya kuliner khas pegunungan Lantung termasuk hidangan Tele Tamoar, Rebong Tunung, Tepung Sate, Wajik Parku, Pindang Blek, Timung Linung, dan lainnya. Sedangkan di Desa Lantung, pengunjung dilibatkan dalam panen agrowisata dengan festival tanaman agro di seluruh rumah-rumah penduduk. “Masih banyak lagi yang kami sajikan dalam festival nanti,” ungkapnya.

Karenanya Camat yang sebelumnya sukses memajukan Kecamatan Alas Barat ini berharap dukungan semua pihak dalam mewujudkan tahapan pembenahan berkelanjutan menuju Festival Kampung Syahdu ini. “Kunci suksesnya adalah wujud partisipasi aktif masyarakat,” demikian pungkasnya. (JEN/SR)

 

iklan bapenda