Kejaksaan Hentikan Penyelidikan Kasus Lapangan Cendrawasih

oleh -10 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (01/06/2017)

Penyelidikan panjang kasus dugaan penyimpangan proyek revitalisasi Cendrawasih, Kabupaten Sumbawa, akhirnya dihentikan. Pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa beralasan tidak ditemukan adanya penyimpangan dalam pelaksanaannya. Hal ini ditegaskan Kajari Sumbawa, Paryono SH MH kepada SAMAWAREA di ruang kerjanya, Rabu (31/5) kemarin.

amdal

Dikatakan Paryono—sapaan Kajari, selama penyelidikan pihaknya tidak menemukan adanya bukti awal tindak pidana korupsi dalam kasus itu. Karenanya tidak cukup alasan bagi pihaknya untuk meneruskan proses penyelidikannya. Namun demikian ketika nanti ditemukan adanya indikasi yang mengarah ke tindak pidana korupsi, kasus ini akan dibuka kembali. Mengenai adanya dugaan pelaksanaan tidak sesuai spesifikasi, Kajari mengaku semua sudah diperbaiki rekanan. Perbaikan dilakukan saat kasusnya dalam tahap penyelidikan. Menurutnya, perbaikan tersebut diperbolehkan untuk dilakukan dan sekarang hasilnya sudah bisa dimanfaatkan masyarakat. “Kami tidak ingin memaksakan kasus itu harus maju jika tidak ditemukan bukti awal,” ujarnya lagi.

 

kajari Sumbawa, Paryono SH MH

Untuk diketahui, sumber dana proyek revitalisasi Lapangan Cendrawasih ini berasal dari APBN tahun 2013. Jumlah anggarannya mencapai Rp 4,3 miliar untuk renovasi lapangan sepakbola dan lintasan atletik. Namun, pelaksanaannya tidak selesai, di samping rumput yang digunakan untuk lapangan bolanya juga diduga tidak sesuai spesifikasi. Dalam kondisi belum selesai PT Teta Cipta Mandiri yang berkantor di Jakarta selaku rekanan datang menyerahkan hasil proyek sekaligus sisa dana Rp 200 juta agar Pemda Sumbawa dapat melanjutkan sisa pekerjaan. Tentu saja Bupati Sumbawa (saat itu) Drs H Jamaluddin Malik menolak dengan tegas menerima hasil pengerjaan rekanan sekaligus menyesalkan belum tuntasnya pengerjaan proyek yang diluncurkan Kementerian Pemuda dan Olahraga Tahun 2013 melalui Deputi Pengembangan Sarana dan Prasarana Kepemudaan ini. Bupati tetap meminta rekanan agar berkomitmen untuk menyelesaikannya.

Baca Juga  Tersangka Kasus Asrama Haji Lombok dan Tanah Relokasi Banjir Bima, Ditahan Jaksa

Terhadap hal itu kejaksaan mulai melakukan Puldata sejak Januari 2015 lalu. Dalam proses klarifikasi dan puldata sebelumnya, dugaan tindakan melawan hukumnya sudah ada. Untuk itu prosesnya ditingkatkan ke penyelidikan dan ditangani Tim Pidana Khusus. Dalam proses ini kejaksaan mulai melakukan pemeriksaan sejumlah saksi termasuk rekanan. Bahkan pihak kejaksaan sempat jemput bola ke Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk melakukan pemeriksaan. Sebab saat itu kejaksaan sangat sulit untuk menghadirkan Iman Bonila Sumbu–Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Revitalisasi Stadion Cendrawasih Sumbawa. Pasalnya, PPK tersebut tersandung sejumlah kasus di beberapa daerah yang juga terkait kasus yang sama. Tapi dalam perjalanannya penanganan kasus ini resmi dihentikan. (JEN/SR)

 

 

 

 

iklan bapenda