Siswi SMP Dicabuli Remaja Putus Sekolah

oleh -1 views
Korban dan saksi dimintai keterangan oleh penyidik
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (23/05/2017)

Polsek Plampang kembali menerima laporan kasus pencabulan anak di bawah umur. Kasus naas itu dialami RN (14) anak gadis seorang kepala sekolah. Pelakunya berinisial AM seorang remaja yang belum genap berumur 17 tahun. AM terbilang berani. Sebab kejadiannya di kamar korban. Pelaku masuk saat rumah dalam keadaan sepi. Namun aksi remaja putus sekolah ini kepergok paman korban. Pelaku pun kabur meski sudah sempat melucuti pakaian korban secara paksa.

Pakaian pelaku yang disita polisi

Informasi yang diserap SAMAWAREA di TKP menyebutkan, kasus pencabulan tersebut terjadi di sebuah desa wilayah Kecamatan Plampang, kemarin malam. Korban yang masih pelajar SMP ini sedang berada di dalam kamar. Kebetulan di rumah hanya ada korban seorang diri karena orang tuanya menghadiri proses pernikahan di Desa Gapit Kecamatan Empang. Mengetahui rumah sepi, pelaku yang datang bersama temannya HR. Tapi pelaku meminta temannya menunggu di luar. Pelaku kemudian masuk melalui pintu depan yang kebetulan tidak terkunci terus menuju kamar korban. Pelaku pun berusaha memperkosa korban. Sebaliknya korban berusaha melawan. Karena tubuh korban sehingga mudah dikuasai pelaku. Ketika hendak disetubuhi, muncul paman korban, SUR (30) yang saat itu datang mencari adik korban. Tentu saja pelaku kaget dan kalang kabut mengambil langkah seribu. Hanya dalam waktu singkat pihak polsek yang mendapat laporan tersebut berhasil menangkap pelaku dan kini dalam proses penyidikan.

Baca Juga  Gelar Operasi Pekat, Polisi Temukan Arak Oplosan
Polisi lakukan olah TKP

RN yang ditemui usai dimintai keterangan di Mapolsek, mengakui jika rumah saat kejadian dalam keadaan sepi karena orang tuanya. RN sengaja belum menutup pintu karena malam itu masih pukul 20.00 Wita. Namun dia terkejut karena pelaku masuk kamar. “Kenapa selama ini kamu cuek sama saya,” kata korban meniru perkataan pelaku. Selanjutnya pelaku menarik dan mendorong korban ke tempat tidur, seraya mencumbui dan menggerayangi tubuh korban. Bahkan pelaku berupaya menelanjangi korban. Ketika pelaku hendak menyetubuhinya yang sudah tak berdaya, munculnya SUR—pamannya. “Dia (pelaku) langsung lari,” kata korban.

Sementara paman korban mengakui memergoki aksi bejat pelaku. Sebelumnya dia baru saja dari bengkel hendak memanggil adik korban. Ketika melewati depan rumah korban, dia curiga karena melihat orang tak dikenal yang belakangan diketahui berinisial HR yang merupakan teman pelaku. Ketika itu HR duduk di deker depan rumah korban. Ia kemudian menghampiri lalu menanyakan tujuan keberadaannya. “Dia katakana saya menunggu teman yang masuk ke dalam rumah itu, sambil menunjuk rumah keponakan saya,” kata paman korban.

Merasa ada yang tidak beres, paman korban ini langsung masuk ke dalam rumah. Ternyata benar, pelaku terlihat berusaha memperkosa korban. Paman korban yang emosi hendak menghajar pelaku tapi beruntung pelaku berhasil kabur.

Kapolsek Plampang, IPTU Sarjan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya telah menangkap dan mengamankan terduga pelaku. Selain itu korban dan sejumlah saksi lainnya sudah dimintai keterangan. Pihaknya juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. “Kasusnya masih dalam proses,” demikian Kapolsek. (BUR/SR)

iklan bapenda