Varietas Semangka Tanpa Biji Pada Semangka Tetraploid Dengan Hormon Kolkhisin

oleh -526 views
Askar Fardiansyah Mahasiswa Fakultas Teknobiologi Universitas Teknologi Sumbawa
bankntb

Oleh: Askar Fardiansyah (Mahasiswa Fakultas Teknobiologi Universitas Teknologi Sumbawa)

SUMBAWA BESAR, SR (22/05/2017)

Semangka atau yang memiliki nama ilmiah Citrullus lanatus merupakan salah satu tanaman dari suku ketimun-ketimunan yang saat ini banyak sekali diminati oleh masyarakat. Dan di Bulan Mei ini dapat dikatakan bahwa produksi semangka sedang meningkat karena  merupakan musim dari semangka itu sendiri. Buah semangka adalah tanaman yang berasal dari daerah gurun Afrika bagian selatan namun penyebarannya saat ini sudah hampir di seluruh belahan dunia. Buah ini memiliki kulit yang keras, berwarna hijau pekat atau hijau muda dengan larik-larik hijau tua. Tergantung kultivarnya daging buahnya dapat berwarna merah ataupun kuning dan dihiasi oleh banyaknya biji disekitaran daging buah.

Saat ini penerapan teknologi akan buah semangka terus dilakukan, dimana salah satu yang sedang menjadi perbincangan di masyarakat saat ini yaitu dihasilkannya buah semangka tanpa biji. Aplikasi di lapangan untuk mendapatkan buat semangka tanpa biji ini dilakukan dengan cara menyerbuki tanaman tetraploid dengan tanaman diploid, sehingga akan dihasilkan tanaman yang triploid, dimana tepung sari diploid akan menstimulasi sifat partenokarpi dari buah semangka yang secara alami tidak terdapat pada semangka, tetapi ovum tidak berkembang karena sterilitas tanaman triploid, sehingga akan dihasilkan buat semangka yang unggul tanpa biji. Namun, salah satu usaha untuk mendapatkan hibrida semangka tanpa biji tersebut perlu dilakukan perakitan hibrida semangka triploid dari kultivar yang unggul. Hal ini dikarenakan tingkat keberhasilan penggandaan kromosom akan lebih tinggi bila induksinya dilakukan pada kultivar-kultivar yang unggul.

Baca Juga  Soal Rencana Bang Zul Budidayakan Kurma di NTB, Begini Penjelasan Pakarnya

Dalam menghasilkan buah semangka tanpa biji ini digunakan hormon khusus yang disebut hormon kolkhsin. Hormon kolkhisin ini merupakan hormon yang diperoleh dari ekstrak tumbuhan Colchium autumnale, dimana hormon ini merupakan penghambat dalam pembelahan sel dan digunakan untuk menghasilkan sel poliploid buatan yang mengakibatkan pemisahan sel terganggu dan memberikan efek pertumbuhan tanaman yang abnormal. Dimana dalam penggunaannya hormon kolkhsin ini perlu dilakukan pengenceran menggunakan alkohol 70%.

Langkah pertama yang perlu dilakukan pada persilangan untuk mendapatkan benih triploid ialah menyediakan tetua tetraploid melalui penggandaan kromosom tanaman diploid dengan hormon kolkhsin dan induksi ploidi dengan kholkhsin yang paling efektif ialah melalui perendaman benih. Penggandaan kromosom semangka dengan teknik perendaman biji dari pengamatan sebelumnya dilakukan pada beberapa tingkat konsentrasi kolkhsin dan waktu perendaman yang berbeda-beda, dari hasil yang didapatkan menunjukan bahwa perendaman biji semangka dengan kultivar pada konsentrasi 0.5% selama 35 jam mengahasilakn perubahan jaringan diploid menjadi tetraploid paling tinggi dengan rata-rata 8.33%

Dengan dihasilkannya semangka tanpa biji ini diharapkan dapat menambah varietas dari buah semangka itu sendiri, dan diharapkan produk yang dihasilkan dari teknologi rekayasa seperti buah semangka tanpa biji ini dapat diterima baik oleh masyarakat karena bagaimanapun segala yang dihasilkan dari rekayasa teknologi diharapkan mampu mejawab semua keinginan manusia dari sudut teknologi. (*)

Baca Juga  Mahasiswa Fikom UTS Gali Ilmu Kehumasan

 

 

iklan bapenda