Mawar Biru Glow In The Dark

oleh -39 views
UTS Ginanjar Satra Mudita
bankntb

Oleh: Ginanjar Satra Mudita, Fakultas Teknobiologi Universitas Teknologi Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (23/05/2017)

amdal

Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari beribu-ribu pulau. Hal tersebut menjadikan Indonesia kaya akan keanekaragaman flora dan fauna yang menakjubkan. Secara geografis, Indonesia berada di dua zona wilayah, yaitu zona Asia dan Australia. Tercatat ada 848 fauna yang endemik yakni jenis yang hanya terdapat di Indonesia. Di samping itu Indonesia juga ditumbuhi sekitar 37.000 jenis tumbuhan. Maka tak heran bahwa kekayaan dan keindahan alam Indonesia selalu mamanjakan para penikmatnya. Banyak wisatawan asing datang ke Indonesia hanya untuk menikmati keindahan alamnya.

Salah satu flora yang terdapat di Indonesia adalah bunga mawar. Bunga mawar merupakan salah satu bunga yang populer di kalangan para pecinta bunga, karena bunga mawar oleh sebagian orang diartikan sebagai bunga yang melambangkan cinta dan kasih sayang. Beberapa orang mengartikan bunga mawar itu menurut warnanya, sehingga jenis mawar yang dikenal oleh sebagian besar orang adalah mawar merah, mawar putih, mawar kuning, mawar ungu, mawar biru dan mawar hitam. Pada dasarnya mawar hanya berwarna merah dan putih, karena tidak ada pigmen atau penyandi warna biru, hitam dan ungu pada mawar. Mawar yang berwarna hitam ataupun biru adalah hasil dari proses rekayasa genetika, yaitu dengan cara mensintesis pigmen hitam dan biru pada mawar agar dapat berwarna hitam dan biru.

Abad ke 21 memang menjadi abad dimana kemajuan teknologi sangat berkembang dengan pesatnya. “Pemikiran manusia semakin berkembang, begitupun dengan peradabannya,” ungkap seorang peneliti. Awalnya manusia hanya menggunakan rekayasa genetika pada tanaman, yakni dengan menyilangkan tanaman yang satu dengan tanaman yang lainnya untuk mendapatkan varietas yang unggul. Rekayasa genetika pada tanaman telah juga mengakibatkan banyaknya produk tanaman yang dihasilkan. Ilmu rekayasa genetika sangat berperan penting dalam peradaban manusia saat ini, dalam dunia kesehatan dapat menghasilkan insulin, dalam dunia pangan banyak menghasilkan tanaman seperti tomat tahan suhu dingin, semangka tanpa biji, telur rasa kedelai dan sebagainya. Pada tanaman jagung diberi bakteri Bacillus thuringiensis yang merupakan bakteri tahan hama sehingga jagung yang dihasilkan menjadi tahan terhadap serangan hama.

Baca Juga  'Pemotongan BOS Bukan Pungli, Tapi Perampokan’

Sebagai mahasiswa bioteknologi yang telah mempelajari ilmu rekayasa genetika, ide yang ingin dikembangkan dari kekayaan dan keindahan alam Indonesia adalah menciptakan suatu produk dari mawar yakni mawar glow in the dark atau mawar yang bisa menyala dalam gelap. Rekayasa genetika merupakan transplantasi atau pencangkokan satu gen ke gen lainnya yang dapat bersifat antar gen dan juga bersifat lintas gen sehingga mampu menghasilkan produk baru yang dinamakan produk rekayasa genetika. Rekayasa genetika juga dapat diartikan sebagai perpindahan gen. Prinsip dasar teknologi rekayasa genetika adalah memanipulasi atau melakukan perubahan susunan asam nukleat dari DNA (gen) atau menyelipkan gen baru ke dalam struktur DNA organisme penerima. Gen yang diselipkan dan organisme penerima dapat berasal dari apa saja. Teknologi rekayasa genetika ini dapat diartikan sebagai inti dari bioteknologi.

Teknik pembuatan mawar biru yang dapat menyala dalam gelap ini secara umum menggunakan teknologi plasmid. Untuk dapat menjadikan mawar menyala dalam gelap digunakan gen dari ubur-ubur aequorea jellyfish. Gen yang membuat ubur-ubur ini dapat menyala karena terdapat protein fluorescent, gen tersebut dapat mengkode menyala dalam gelap diketahui melalui proses isolasi DNA pada ubur-ubur. Setelah mengisolasi gen fluorescent kemudian sisipkan ke plasmid. Dalam rekombinasi DNA dilakukan pemotongan dan penyambungan DNA (Minkema, 1993). Untuk proses menyisipkan ke dalam plasmid diperlukan enzim untuk membuka atau memotong plasmid tersebut agar gen yang diinginkan dapat masuk ke bagian plasmid, yang digunakan yaitu enzim restriksi endonuclease. Kemudian setelah tersisipi, maka diperlukan enzim juga untuk menyambungkannya yaitu enzim ligase. Enzim ligase ini akan mengkatalis ikatan fosfodiester anatara dua rantai DNA. Setelah plasmid tersebut berisi materi genetik yang kita inginkan, kemudian diperbanyak lagi dengan cara memproduksi di dalam bakteri E.coly yang dikenal dengan sistem kolonisasi bakteri. Setelah diperbanyak baru diintregrasikan ke dalam genom tanaman yakni mawar biru dengan perantara agrobakterium. Agrobakterium adalah bakteri yang menyebabkan kutil pada tanaman dikotil. Agrobakterium ini sebelumnya sudah dimodifikasi dengan menonaktifkan muatan yang menyebabkan kutil pada tanaman, sehingga nantinya dia hanya akan mempengaruhi tanaman sesuai dengan materi genetik yang kita sisipkan pada plasmid yaitu gen fluorescent. Dengan menginjeksikan gen fluorescent ini ke dalam struktur DNA bunga mawar biru melalui perantara agrobakterium, dapat menyababkan perubahan fisik yang jelas pada bunga mawar biru yaitu menyala dalam gelap.

Baca Juga  Pemda KSB Gelontorkan Bantuan 5 Milyar untuk 5 Ponpes

Dari paparan serangkaian prosedur yang dilakukan dalam proses memasukkan gen penyandi fluorescent ke dalam bunga mawar biru, dapat dilihat bahwa proses untuk menciptakan tanaman transgenik dibutuhkan ketelitian dan ketelatenan. Harapan dari pembuatan mawar biru dapat menyala dalam gelap adalah dapat membuat produk baru dari hasil rekayasa genetika, dan dapat menginspirasi banyak orang untuk selalu terus berkarya. (*)

 

 

 

iklan bapenda