Lembu Transgenik Penghasil Protein Susu

oleh -75 views
bankntb

Oleh : Yesi Safitri (Mahasiswa Fakultas Teknobiologi Universitas Teknologi Sumbawa)

SUMBAWA BESAR, SR (19/05/2017)

amdal

Dalam sebuah upaya dalam mencapai derajat kesehatan yang maksimal dan optimal untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa keadaan gizi merupakan salah satu unsur paling penting terutama pada anak-anak maupun orang dewasa. Kekurangan protein yang menjadi salah satu penyebab buruknya status gizi penduduk Indonesia, hingga saat ini masih menjadi masalah yang cukup merisaukan dan peningkatan jumlah penderita gizi buruk sejalan dengan melemahnya kondisi ekonomi masyarakat. Dalam jangka panjang, gizi buruk akan berdampak pula terhadap makin rendahnya kualitas sumber daya manusia. Walaupun bukan satu-satunya penyebab, kekurangan konsumsi protein diduga sebagai salah satu penyebab gizi buruk yang diakibatkan oleh rendahnya taraf perekonomian penduduk Indonesia. Belum lagi soal kualitas protein yang mampu dikonsumsi, sebab yang disebut dengan sumber protein berkualitas seperti dari hasil-hasil peternakan harganya relative mahal jika dibandingkan dengan protein nabati. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu sumber protein yang sangat efektif dan mudah ditemui oleh masyarakat.

Lembu merupakan sapi. Tetapi di beberapa daerah di Indonesia sering menyebutnya lembu. Namun lembu dan sapi terdapat perbedaannya. Seperti yang kita lihat struktur tubuh dari lembu lebih besar dibandingkan sapi dan lembu biasanya hanya dikonsumsi dagingnya saja oleh masyarakat dan susunya jarang untuk dikonsumsi. Sedangkan sapi susu dan dagingnya sering dikonsumsi oleh masyarakat. Jadi dibutuhkan suatu metode agar lembu dapat menghasilkan protein yang  lebih tinggi melalui rekayasa genetika. Hal ini melihat kurangnya produksi protein yang semakin hari semakin berkurang dan mampu membantu masyarakat yang ekonominya lemah agar terhindar dari gizi buruk.

Baca Juga  Segudang Penghargaan Diraih Sumbawa Saat HUT NTB 2014    

Rekayasa genetik atau rekombinan DNA (genetic endgeneering) merupakan kumpulan teknik-teknik eksperimental yang memungkinkan peneliti untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan melipatgandakan suatu fragmen dari materi genetika (DNA) dalam bentuk murninya. Pemanfaatan teknik genetika di dalam bidang pertanian maupun peternakan diharapkan dapat memberikan sumbangan, baik dalam membantu memahami mekanisme-mekanisme dasar proses metabolisme maupun dalam penerapan praktisnya seperti misalnya untuk pengembangan tanaman-tanaman pertanian maupun hewan-hewan ternak dengan sifat unggul. Untuk tujuan ini dapat dilakukan melalui pengklonan atau pemindahan gen-gen penyandi sifat-sifat ekonomis penting pada hewan maupun tumbuhan, pemanfaatan klon-klon DNA sebagai marker (penanda) di dalam membantu meningkatkan efisiensi seleksi dalam program pemuliaan (Sutarno, 2002).

Lembu transgenik penghasil protein susu merupakan rekombinan teknologi transgenik di bidang agrikultur dalam meningkatkan mutu kwalitas pangan. Pada hewan uji berupa lembu  jarang sekali dilakukan percobaan transgenik. Untuk menghasilkan protein pada susu lembu kita harus menyisipkan gen penghasil α-lactalbumin yang berasal dari ASI manusia. Dari hasil uji produksi susu sebesar 91 ml, ditemukan sekresi α-lactalbumin dengan konsentrasi 2,4 ml-1 (Eyestone,1997).

Langkah-langkah untuk menghasilkan lembu transgenik pengsil susu, sebagai berikut :

  1. Melakukan fertilisasi secara in vitroDimana embrio dilakukan superovulasi ternak donor untuk mendapatkan lebih banyak embrio. Pada produksi embrio secara in vitro dimulai dengan koleksi oosit. Oositdiaspirasi dari folikel berdiameter 2-5 mm dengan menggunakan jarum berukuran 18 G.
  1. Tahap berikutnya zigot akan diinjeksi dengan DNA yang mengandung gen α-lactalbumin,α-lactalbumin didapatkan dari ASI ibu hamil atau  ibu-ibu menyusui.
  2. Proses injeksi dengan menggunakan teknik
  3. Selanjutnya zigot dikultur selama 6 atau 7 hari dengan menggunkan media sintetik yang menyerupai cairan Setelah itu akan tumbuh menjadi embrio dan ditransfer kerahim lembu untuk proses kehamilan. (*)
Baca Juga  Siap Beroperasi, Kapal Cepat Datu Seran Express Tiba di KSB

 

iklan bapenda