Mertua Sakit, Kades Pamanto Batal Diperiksa Jaksa

oleh -0 views
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sumbawa, Anak Agung Raka PD SH
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (18/05/2017)

Dari lima saksi yang dipanggil Tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sumbawa, hanya tiga yang hadir. Dua orang yang tidak memenuhi panggilan jaksa adalah Kades Pamanto, Jayalana Maula dan Ismail–Kabag Pemerintahan Dinas PMD. Pemanggilan ini terkait penyelidikan kasus dugaan penyalahgunaan dana Desa Pamanto.

amdal

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sumbawa, Anak Agung Raka PD SH, mengakui hanya tiga orang yang hadir memenuhi panggilan. Mereka adalah M Albar (pemilik UD Bunga Eja), Erwin Wijaya (Konsultan Perencana), dan Sadaruddin (Kaur Umum Desa Pamanto). Sedangkan dua lainnya tidak hadir. Kades Pamanto Jayalana sudah menghubunginya untuk memberikan alasan tidak hadir karena mertuanya sakit. “Sebelumnya, Kades ini meminta jadwal pemeriksaannya diundur dari pukul 09.00 menjadi pukul 13.00 karena ada kegiatan yang harus dihadiri. Tapi dia kembali menghubungi kami tidak bisa hadir karena mertuanya tiba-tiba sakit,” kata Agung Raka.

Untuk pemeriksaan Kades Pamanto, sudah dijadwalkan akan dilakukan pada Jumat (19/5) besok. Sedangkan Ismail—Kabag Pemerintahan Dinas PMD, ungkap Agung Raka, tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Pihaknya akan kembali menjadwal ulang kehadiran pejabat tersebut.

Dugaan penyimpangan penggunaan dana Desa Pamanto ini, terjadi Tahun 2015 dan 2016. Desa Pamanto mendapatkan ADD sebesar Rp 800 juta pada Tahun 2015 lalu dan kembali menerima ADD Rp 1,4 miliar pada Tahun 2016. Ada beberapa program yang menggunakan dana itu tidak dilaksanakan, namun secara administrasi dilaporkan seolah-olah program itu dikerjakan. Seperti proyek pengadaan barang dan pembangunan drainase. Setelah ditotal, diduga kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 800 juta. Kerugian negara ini bisa saja bertambah mengingat tim masih mendalami hasil pengerjaan fisik apakah tidak atau sesuai spesifikasi tekhnis. Dalam kasus ini, kejaksaan sudah menetapkan satu calon tersangka. Yang bersangkutan merupakan oknum pengurus di desa setempat. Namun, pihaknya juga tetap mendalami untuk mengetahui apakah ada keterlibatan pihak BPMPD dalam kasus ini. (JEN/SR)

 

Baca Juga  Peringati HBA, Jaksa ‘Hajar’ Wartawan

iklan bapenda