Dipulangkan, Tiga TKW Sumbawa Alami Gangguan Jiwa

oleh -3 views
Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Sumbawa, Khaeril Anwar S.Sos
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (18/05/2017)

Naas menimpa tiga orang TKW asal Kabupaten Sumbawa. Mereka pulang dalam kondisi mengalami gangguan jiwa. Adalah Rabaiyah (41) warga Dusun Selang Desa Krekeh Kecamatan Unter Iwes, Diana Lestari warga Desa Sepakat dan Rina Yuliana (24), warga Desa Jompong, Kecamatan Plampang. Terhadap kondisi ini, keluarga melaporkannya ke Disnakertrans Sumbawa, Kamis (18/5).

amdal

Dahlan (43)—suami Rabaiyah yang ditemui di Kantor Disnakertrans menuturkan, istrinya sudah delapan tahun bekerja di Timur Tengah. Pertamakali penempatannya di Makkah selama setahun. Namun tidak mulus karena dia dituduh mencuri cek milik majikannya. Merasa tuduhan itu tidak benar, istrinya minta pindah dan mendapat majikan baru di Jeddah yang kemudian bekerja selama hampir 7 tahun. “Istri saya jarang berkomunikasi dengan saya, kalau dengan keluarganya sangat sering,” kata Dahlan.

Tanpa diduga Agustus lalu, istrinya pulang. Saat pulang tidak didampingi pihak berwajib. Yang mengejutkan lagi kondisi kejiwaannya tidak sehat. Terkandang bicaranya ngelantur dan kian hari semakin parah. Karena itu Dahlan meminta bantuan pemerintah agar bisa mengurus sisa gaji selama bekerja sekaligus untuk pemulihan jiwa istrinya.

keluarga TKW

 

Hal senada juga diungkapkan Andi—keluarga Diana Lestari. Diana juga pulang dalam keadaan gangguan jiwa. Sebelumnya Diana berangkat akhir 2014 melalui PT Duta Tangguh Selaras. Diana bekerja di Oman selama dua tahun lebih. Diana dipulangkan awal Mei ini. ‘’Kami mendapat informasi dari BP3TKI untuk menjemput Diana di rumah perlindungan di Mataram,” aku Andi.

Baca Juga  Minimalisir Kejahatan, Polres Sumbawa Giatkan “Kring Serse” 

Hingga kini pihak keluarga belum mendapat penjelasan alasan kepulangan Diana dari BP3TKI. Terlebih lagi, kejiwaan Diana terganggu. “Jika diajak bicara, Diana bisa merespon. Ketika disinggung Timur Tengah, Diana langsung diam dan bicaranya ngelantur,” kata Andi.

Mengenai gajinya, Andi mengakui selalu lancar. Bahkan Diana sudah menandatangani perpanjangan kontrak dan sudah bekerja selama tiga bulan. Yang dipertanyakan keluarga adalah sisa gaji Diana dan berharap pemerintah membantu memulihkan kesehatan jiwa Diana.

Nasib kedua TKW itu tak jauh beda dengan Rina Yuliana. TKW yang diberangkatkan PT Sodo Sakti Jaya yang berkantor di Malang dan bekerja di Hongkong. Selama hampir setahun bekerja di sana, Rina pulang dalam kondisi jiwa yang tidak stabil. “Saat ini dokumen Rina masih ditahan perusahaan,” kata Nurbani Sahputra, perwakilan keluarganya.

Selama bekerja di salah satu rumah milik warga di sana tidak ada persoalan dengan gajinya. Namun, majikannya meminta agar Rina mengurus hewan peliharaan. Karena hewan itu mati, Rina langsung diusir majikan. Saat Rina hendak keluar gerbang, dia diberikan makanan. Setelah itu, langsung tidak sadarkan diri. Ketika siuman, Rina sudah berada di Rumah Sakit Jiwa. Rina kemudian menghubungi rekan-rekannya yang kemudian datang meyakinkan pihak rumah sakit kalau Rina tidak gila. Akhirnya Rina bisa dikeluarkan dan gajinya bisa  diperjuangkan. Selanjutnya Rina pulang dan tiba di Jakarta. Dia meminta kakaknya yang berada di Malang untuk menjemputnya. Ternyata Rina dijemput pihak perusahaan yang memberangkatkannya. Rina dibawa ke sebuah rumah di Malang. Dari tempat itu Rina dijemput kakaknya dan dipulangkan. Tapi kejiwaan Rina terganggu. Pihak keluarga sudah membawa Rina ke rumah sakit, yang hasil sedikit membaik. Sama seperti dua TKW lainnya, keluarga menginginkan pemerintah membantu Rina mendapatkan hak-haknya kembali sekaligus memulihkan kondisi kejiwaannya. “Laporan ketiga TKW ini sudah kami terima dan siap membantu menyelesaikan persoalannya,” kata Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Sumbawa, Khaeril Anwar S.Sos.

Baca Juga  Dinyatakan Pailit, Toko Harapan Baru dan Toko Mitra Tekhnik Disita

Untuk pemulihan jiwanya, Disnakertrans akan berkoordinasi dengan BP3TKI. Nantinya mereka akan dirawat di rumah sakit yang ditunjuk BP3TKI. Selain itu pihaknya akan meminta pertanggungjawaban perusahaan yang memberangkatkannya. (JEN/SR)

iklan bapenda