Rekanan Pengadaan Ambulance RSUD Mangkir

oleh -0 views
Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Anak Agung Raka PD SH
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (16/05/2017)

Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Sumbawa batal menyelesaikan proses penyelidikan kasus dugaan penyimpangan pengadaan mobil ambulance emergency RSUD Sumbawa, Selasa (16/5). Pasalnya rekanan pengadaan mobil tersebut yang merupakan saksi terakhir, mangkir dari panggilan kejaksaan. Padahal panggilan terhadap Juliani—rekanan dimaksud sudah dilayangkan seminggu yang lalu. “Rekanan itu tidak datang tanpa ada konfirmasi,” kata Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Anak Agung Raka PD SH, siang tadi.

Pihaknya akan tetap berupaya agar rekanan yang diketahui berada di Malang tersebut hadir memenuhi panggilan untuk dimintai keterangannya. Terhadap hal ini, kejaksaan akan melayangkan panggilan kedua pada Selasa hari ini untuk pemeriksaan minggu depan. Ketika masih tetap tidak memenuhinya, akan dilayangkan panggilan ketiga. Namun demikian pihaknya belum bisa melakukan upaya paksa mengingat masih dalam tahap penyelidikan. Kecuali nanti jika penanganan kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan, upaya paksa menjadi solusi terakhir. “Kami tetap berharap rekanan kooperatif,” ujar Agung—sapaan akrab jaksa low profil ini.

Untuk diketahui, sudah puluhan saksi yang dimintai keterangan. Senin (15/5) kemarin, tim kejaksaan meminta keterangan tiga orang pejabat yakni Direktur RSUD Sumbawa, dr. Selvi, mantan Kabag Aset selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Varian Bintoro S.Sos dan PPTK, Surbini SE MM. Ketiganya dimintai keterangan mengenai proses mulai dari perencanaan, usulan hingga pengadaan mobil senilai Rp 1,9 miliyar. (JEN/SR)

 

Baca Juga  Wakapolri Ungkap Kekagumannya pada NTB

iklan bapenda