Peningkatan Produk Pangan Menggunakan Teknik Rekayasa Genetika pada Melon

oleh -141 views
Ihsan Alhafid
bankntb

Oleh:  Ihsan Alhafid (Mahasiswa Fakultas Teknobiologi Universitas Teknologi Sumbawa)

SUMBAWA BESAR, SR (16/05/2017)

amdal

Genetic Engineering (rekayasa genetika) pangan adalah ilmu yang melibatkan modifikasi genetic tumbuhan dan hewan. Hal ini telah lama dipraktekkan oleh petani sejak awal sejarah yang telah dikembangkan menggunakan teknologi pada saat ini. Beberapa makanan yang dikonsumsi saat ini ada yang berasal dari modifikasi rekayasa genetik atau mengandung bahan yang telah mengalami modifikasi gen. Rekayasa genetic pangan memiliki beberapa manfaat. Manfaatnya adalah perbaikan masa simpan dan organoleptik sayuran dan buah, peningkatan kualitas gizi dan manfaat kesehatan dalam makanan, meningkatkan protein dan karbohidrat makanan, meningkatkan kualitas lemak, meningkatkan kualitas dan kuantitas daging, susu, dan ternak, meningkatkan hasil panen yang tahan terhadap serangga, hama, penyakit, dan cuaca.

Bioteknologi adalah berbagai aplikasi teknologi yang menggunakan sistem biologi, organisme hidup untuk membuat atau memodifikasi produk / proses untuk kegunaan khusus (FAO, 2000). Menurut Habibi- Najafi (2006), bioteknologi pangan didefinisikan sebagai aplikasi teknik biologis untuk hasil tanaman pangan, hewan, dan mikroorganisme dengan tujuan meningkatkan sifat, kualitas, keamanan, dan kemudahan dalam pemrosesan dan produksi makanan.

Aplikasi bioteknologi untuk makanan yang lebih modern adalah Genetic Modification (GM) yang diketahui sebagai teknik rekayasa genetik, manipulasi genetik dan teknologi gen atau teknologi rekombinan DNA. Bioteknologi tanaman pangan melibatkan penggunaan mikroba atau bahan biologi untuk melakukan proses spesifik pada tanaman untuk kepentingan manusia. Hal ini dilakukan dengan menciptakan species tanaman yang metabolismenya disesuaikan untuk menyediakan bahan baku sesuai dengan kualitas, fungsionalitas dan ketersediaannya. Akibatnya, banyak tanaman pangan yang secara genetik termodifikasi untuk berbagai tujuan. Banyak tanaman penting yang tumbuh dari benih hasil rekayasa genetik dengan kekebalan terhadap herbisida, virus, serangga dan penyakit. Bahan makanan dari tanaman rekayasa genetik (misalnya minyak, tepung, sirup, pewarna) telah digunakan di berbagai industri pangan (BIO, 1998). Para pendukung makanan rekayasa genetic melihat peningkatan ketersediaan pangan sepanjang tahun, peningkatan kualitas gizi dan perpanjangan umur makanan dipilih sebagai alasan mengapa mereka mendukung ilmu baru yang akan menguntungkan konsumen, petani dan lingkungan. Selain itu, mereka percaya bahwa hal ini akan mengarah pada peningkatan secara umum dalam pertanian dan pangan, dan juga memberikan kesehatan, harga murah, lebih stabil, bernutrisi, rasa lebih enak dan aman dikonsumsi. Aplikasi masa depan ilmu ini akan meningkatkan resistensi tanaman terhadap hama, serangga, herbisida, cuaca dan tekanan lingkungan.

Baca Juga  Bantu Masyarakat, Sambirang Salurkan 1000 Paket JPS Berbasis Dapil

Melon merupakan jenis buah-buahan yang mudah untuk dikembangkan. Tanaman melon merupakan salah satu tanaman yang perlu mendapat prioritas utama di antara tanaman-tanaman holtikultural lainnya karena harga buah melon relatif lebih tinggi dibandingkan dengan komoditas holtikultura pada umumnya. Hal ini memberikan keuntungan kepada petani atau pengusaha pertanian tanaman melon.

Salah satu sentra produksi melon di Indonesia adalah Jawa Timur terutama, Nganjuk, Madiun dan Ngawi yang akhir-akhir ini mengalami permasalahan dan berdampak pada kurangnya penjualan melon, karena produk yang dihasilkan ukurannya kecil dan cepat busuk. Berangkat dari permasalahan yang ada maka salah satu solusi yang diberikan adalah teknologi rekayasa genetika. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam menyisipkan gen pada sel tanaman :

  1. Ti-Plasmid yang terdapat pada bakteri Agrobacteriumdikeluarkan dari sel bakteri Agrobacterium kemudian dipotong dengan menggunakan enzim endonuklease restriksi.
  2. Isolasi DNA pengkode protein (gen) yang kita inginkan dari organisme tertentu.
  3. Sisipkan gen yang kita inginkan tersebut pada plasmid dan rekatkan dengan enzim DNA ligase.
  4. Masukkan kembali plasmid yang sudah disisipi gen ke dalam bakteri Agrobacterium.
  5. Plasmid yang sudah tersisipi gen akan terduplikasi pada bakteriAgrobacterium.
  6. Selanjutnya, bakteri akan masuk ke dalam sel tanaman dan mentransfer gen.
  7. Kemudian, sel tanaman akan membelah. Tiap-tiap sel anak akan memperoleh gen baru dalam kromosom dari sel tanaman dan membentuk sifat/karakteristik yang baru (yang sesuai dengan gen yang disisipkan).Itulah suatu gambaran sederhana bagaimana suatu proses penyisipan gen pada tanaman. (*) 
Baca Juga  Haul Gus Dur, Refleksi Akhir Tahun Keluarga NU dan UNU NTB

 

 

iklan bapenda