Adong Siap Kembalikan Kejayaan Sepakbola Sumbawa

oleh -0 views
Ketua Asosiasi PSSI Sumbawa, A. Rahman Atta SE M.Si
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (16/05/2017)

Ketua Asosiasi PSSI Kabupaten Sumbawa, A. Rahman Atta SE MM menyatakan komitmennya untuk mengembalikan nama besar PSSI yang pernah terukir di masa lampau. Pada tahun 1967, Sumbawa pernah bermain di Bandung dan Cirebon serta berhasil meraih peringkat 3 nasional. Kemudian Tahun 2013 lalu juara 3 LPI nasional. Indikasi tersebut sudah muncul saat ini dengan prestasi yang diraih lima pemain sepakbola Sumbawa yang terpilih untuk berlaga di Liga II Nasional. Mereka adalah Riadi Haditia, Rosi Akbar, Wirahadikusuma, Citra Wildan Ramdani, dan Rahmat Hidayat yang bermain untuk Bali United. Prestasi ini ungkap Adong—sapaan populer Rahman Atta, cukup membanggakan. Tentunya ini harus terus dipertahankan bahkan menjadi lebih baik dari prestasi yang sudah ada. “Tanggung jawab ini berada di pundak kami selaku pengurus Asosiasi PSSI yang baru dilantik. Nama besar para tokoh sepakbola di daerah ini akan menginspirasi kami untuk mengembalikan kejayaan sepakbola Sumbawa di masa lampau,” kata Adong dalam pidatonya pada acara pelantikan pengurus Asosiasi PSSI Sumbawa di lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (16/5).

amdal

Upaya ini diawali dengan membangun sepakbola Sumbawa mulai dari tingkat desa melalui pembagian zona. Untuk mencari juara zona digelar tournament antar desa. Kesebelasan terbaik di desa bersangkutan akan mewakili kecamatan untuk dipertemukan dengan perwakilan kecamatan di dalam zona tersebut. Juara zona ini akan ditanding dengan juara zona lainnya yang dikemas dalam event Liga Sumbawa. “Cara ini benar-benar menggali potensi dari bawah,” ucapnya.

Baca Juga  Kerato Angin Laut Kembali Bergolak, Ratusan Kuda Bertarung

Di bagian lain Adong mengakui bahwa sepakbola ini merupakan olahraga mahal. Konsekwensinya, pihaknya harus berusaha mencari dana besar, dengan berharap dukungan pemerintah daerah dan dunia usaha. Untuk saat ini PSSI Sumbawa baru menggandeng Cahaya Robusta Batu Lanteh—perusahaan produk pangan local sebagai sponsor. “Ketika kita bersama dan bergandengan tangan, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

iklan bapenda