Persyaratan Berat, Nelayan Penerima Bantuan Kartu Bariri Mengeluh

oleh -7 views
Dedi Damhudi
bankntb

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (15/05/2017)

Masyarakat yang terakomodir dalam Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) Kartu Bariri Nelayan, mengeluhkan tingginya persyaratan untuk mendapatkan bantuan alat tangkap. Pasalnya masyarakat selaku calon penerima harus membuka rekening dengan menabung 10% dari harga bantuan yang diberikan.

Ditemui SAMAWAREA, Senin (15/5), Ketua Agen Desa Labu Lalar, Dedy Damhudi mengakui jika warga desa ini paling banyak diakomodir untuk mendapatkan bantuan alat tangkap. Hal itu patut disyukuri sehingga permasalahan nelayan miskin setempat bisa teratasi. Namun untuk mendapatkan bantuan itu masyarakat menemui kendala terutama dalam memenuhi persyaratan yang ditetapkan. “Persyaratannya sangat tinggi, harus membuka rekening minimal menabung 10% persen dari harga bantuan yang diberikan,” kata Dedy.

Bantuan yang diberikan untuk para nelayan ini, ungkap Dedy, sebesar Rp 25 juta. Artinya calon penerima bantuan itu harus menabung Rp 2,5 juta. Sementara uang persyaratan itu dinilai sangat besar, sebab calon penerima ini adalah orang tidak mampu yang mencari pagi untuk makan sore hari. “Jangankan uang tabungan persyaratan itu yang bisa dipenuhi, untuk memenuhi kebutuhan pokok saja masih kesulitan,” tukasnya.

Karenanya Ia berharap pemerintah dapat menurunkan persentase persyaratan penerima bantuan sekitar 5 persen. “Kami sangat mengapresiasi terobosan pemerintah. Bukannya mereka tidak mau menabung tapi masyarakat betul-betul kesulitan. Ini akan berbeda jika mereka sudah memiliki alat tangkap. Melalui alat tangkap ini kami yakin nelayan bisa menabung seperti yang diharapkan pemerintah daerah sampai 150%,” ujarnya.

Baca Juga  Gelar Presean, IKLS Hibur Masyarakat Selama 10 Hari
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) KSB, Noto Suryono

Sementara itu Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) KSB, Noto Suryono mengatakan, PDPGR Kartu Bariri Nelayan baru tahap sosialisasi. Upaya ini sudah dilakukan terhadap 80 persen calon penerima bantuan. Ia mengakui adanya keluhan masyarakat yang merasa berat dengan persyaratan menabung 10% dari jumlah bantuan. Keluhan ini sudah disampaikannya kepada Bupati. “Bupati meminta agar menjalaninya dulu baru dapat diketahui berat dan tidaknya,” kata Noto.

Persyaratan yang ditetapkan itu ungkap Noto, karena menginginkan masyarakatnya terbiasa menabung, sehingga bantuan tersebut bisa berkelanjutan. Sedangkan pemerintah hanya memantau. “Pemerintah hanya sekali saja membantu, selebihnya masyarakat harus terbiasa membantu dirinya sendiri, dan saya yakin setelah kita lakukan sosialisasi niatan baik ini pasti dapat dimengerti masyarakat,” tukasnya.

Dalam proses menabung nanti lanjut Noto, harus bisa mencapai 150 %. Tabungan itu belum bisa diambil kecuali ada hal-hal yang mendesak itupun harus ada rekomendasi dari dinas terkait. Untuk diketahui jumlah penerima bantuan mencapai 905 orang dengan berbagai jenis bantuan alat tangkap, seperti sampan dan mesinnya. Batas pendistribusian bantuan ini hingga November 2017 ini dan khusus untuk sampan ditargetkan didistribusikan sebelum lebaran. (HEN/SR)

 

iklan bapenda