Kerucutkan Tersangka ADD Pamanto, Jaksa Panggil 20 Saksi

oleh -0 views
Kajari Sumbawa Paryono SH MH didampingi Kasi Intelijen Erwin Indrapraja SH MH dan Kasi Pidsus Anak Agung Raka DP SH saat jumpa pers
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (15/05/2017)

Puluhan perangkat dan masyarakat Desa Pamanto Kecamatan Empang dipanggil pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa. Surat panggilan sudah dilayangkan untuk dimintai keterangan secara bertahap terkait dugaan penyimpangan Alokasi Dana Desa (ADD) desa setempat. Sebelumnya pihak kejaksaan sudah meminta keterangan Sekdes Pamanto Sahabuddin dan Kasi Ekbang, Muhammad Ali. Keduanya berkapasitas sebagai saksi pelapor. “Ada 20 saksi yang kami panggil, dua orang sudah diperiksa. Selasa (16/5) besok akan hadir tiga orang saksi dari perangkat desa,” kata Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasi Pidana Khusus, Anak Agung Raka PD SH  di ruang kerjanya, Selasa (16/5).  Puluhan saksi tersebut ungkap Agung—sapaan singkat jaksa bertubuh atletis ini, akan diperiksa secara bertahap. Mereka diperiksa dalam tahap penyelidikan.

amdal

Sebelumnya Kajari Sumbawa, Paryono SH MH mengaku sudah ada calon tersangka dalam kasus ADD Desa Pamanto ini. Bahkan perbuatan melawan hukum (PMH) dan kerugian negaranya sudah jelas. Hanya membutuhkan perhitungan (audit) dari lembaga berwenang dalam hal ini BPKP. Indikasi pidana ini terungkap karena ada beberapa item program yang diduga fiktif. Selain itu pelaksanaan proyek fisiknya diduga tidak sesuai spesifikasi.

Untuk diketahui beber Kajari, Desa Pamanto mendapatkan ADD sebesar Rp 800 juta pada Tahun 2015 lalu dan kembali menerima ADD Rp 1,4 miliar pada Tahun 2016. Ada beberapa program yang menggunakan dana itu tidak dilaksanakan, namun secara administrasi dilaporkan seolah-olah program itu dikerjakan. Seperti proyek pengadaan barang dan pembangunan drainase. Setelah ditotal timnya, diduga kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 800 juta. Kerugian negara ini bisa saja bertambah mengingat tim masih mendalami hasil pengerjaan fisik apakah tidak atau sesuai spesifikasi tekhnis. “Kalau tidak sesuai spesifikasi, kerugian negaranya bisa bertambah,” ujarnya.

Baca Juga  Randi Tertangkap Curi Mobil

Terkait dugaan ini, Kajari mengaku sudah mengidentifikasi calon tersangka yang merupakan oknum aparat desa. Pihaknya juga tengah mendalami adanya keterlibatan pihak BPMPD dalam kasus ini. (JEN/SR)

iklan bapenda