Direktur RSUD dan Mantan Kabag Aset Diperiksa Jaksa

oleh -8 views
Direktur RSUD Sumbawa, dr Selvi

SUMBAWA BESAR, SR (15/05/2017)

Penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan ambulance emergency RSUD Sumbawa yang dilakukan Kejaksaan Negeri Sumbawa, hampir tuntas. Hal ini menyusul pemeriksaan Direktur RSUD Sumbawa, dr. Selvi, mantan Kabag Aset selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Varian Bintoro S.Sos dan PPTK, Surbini SE MM, Senin (15/5). Ketiganya diperiksa di ruang terpisah oleh Tim Seksi Pidana Khusus (Pidsus) selama hampir 5 jam dari pukul 09.00 hingga 13.30 Wita.

DPRD

Ditemui SAMAWAREA usai pemeriksaan, Varian Bintoro mengatakan perencanaan dan usulan pengadaan mobil ambulance dilakukan RSUD Sumbawa. Demikian terkait hal tekhnis, pihaknya tetap meminta saran RSUD selaku pengguna. Karena itu pengadaan ambulance emergency itu sesuai dengan aturan dan permintaan RSUD. Pengadaannya dilaksanakan PPK. “Secara tekhnis sudah dilakukan pemeriksaan dan verifikasi. Ketika dirasakan telah sesuai dengan ketentuan, barulah pengadaannya disetujui,” kata Varian yang kini menjabat sebagai Camat Sumbawa.

Mantan Kabag Aset Diperiksa jaksa di ruang Kasi Pidsus Kejari Sumbawa

Sementara Surbini selaku PPTK mengakui jika pengadaan mobil tersebut bagian dari tupoksinya. Ia juga menyatakan perencanaan dan usulan berasal dari RSUD selaku pengguna. Namun pengadaannya tetap melalui Bagian Aset. Untuk prosesnya, Surbini menegaskan sudah sesuai ketentuan. “Setelah ada pengajuan, kami melakukan pengadaan sesuai dengan kebutuhan pengguna,” akunya.

Direktur RSUD Sumbawa, dr Selvi yang paling terakhnir keluar dari ruang penyidik Tim Pidsus, mengakui jika perencanaan dan pengusulan pengadaan ambulance emergency itu berasal dari RSUD. Namun Selvi enggan menjelaskan secara detail proses pengusulan, maupun spesifikasi dan merk mobil ambulance tersebut. ‘’Nanti sajalah,” elaknya.

Baca Juga  Grebeg Kamar Hotel, Polisi Ungkap Praktek Aborsi  

Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasi Pidsus, Anak Agung Raka PD SH mengakui adanya pemeriksaan tiga pejabat tersebut. Selanjutnya, Selasa (16/5) besok, pihaknya akan meminta keterangan kontraktor pelaksana (rekanan). Pemeriksaan kontraktor ini adalah yang terakhir dalam tahap penyelidikan. Setelah itu tim akan menentukan sikap apakah penanganan kasus ini dilanjutkan ke tahap penyidikan atau sebaliknya dihentikan.

Seperti diberitakan, pengadaan mobil ambulance emergency ini diusulkan pada 2015 lalu. mobil senilai Rp 1,9 Milyar ini diusulkan oleh RSUD Sumbawa dan pengadaannya dilakukan Bagian Aset Pemda Sumbawa. Namun dalam pengadaannya diduga terjadi mark-up harga. (JEN/SR)

DPRD DPRD