Kediaman Perampok Digeledah, Polisi Temukan Senpi Rakitan

oleh -12 views
bankntb

MATARAM, SR (14/05/2017)

Polres Mataram terus mengembangkan kasus dua orang perampok yang nyaris tewas dihajar massa, Sabtu (13/5) malam kemarin. Pengembangan ini dilakukan polisi dengan mendatangi dan menggeledah kediaman Sahnan (30) dan Sahroni (28) di Dusun Teluk, Desa Sangkrang, Praya Timur, Lombok Tengah, Minggu (14/5) sore. Dalam penggeledahan itu Tim Resmob Polres Mataram yang diback-up jajaran Polsek Cakranegara, menemukan senjata api rakitan laras pendek jenis Revolver beserta dua amunisi. Selain itu ditemukan 2 bilah senjata tajam, 2 buah helm, 2 tas wanita, 6 dompet wanita, 2 pasang sepatu, 2 jaket, 2 BPKB, 2 STNK, 1 unit sepeda motor Vario dan seperangkat alat hisap narkoba.

amdal

Kapolresta Mataram, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammad SIK yang dikonfirmasi SAMAWAREA, mengakui adanya temuan senjata api dan barang bukti lainnya saat dilakukan penggeledahan di kediaman residivis curas dan spesialis jambret ini. Dari barang bukti yang ditemukan ini, menjadi petunjuk bagi penyidik untuk mengungkap aksi curas lainnya yang dilakukan kedua tersangka tersebut. “Saat ini masih dalam proses pengembangan lebih lanjut di Polsek Cakranegara,” katanya.

Barang bukti sepeda motor

Seperti diberitakan Syahroni dan Sahnun nyaris tewas dihajar massa, Sabtu (13/5) malam. Beruntung jiwa keduanya selamat dari amukan setelah polisi tiba di TKP. Keduanya langsung dilarikan anggota Polsek Cakranegara dan Polsek Mataram ke Puskesmas Karang Butun Cakranegara untuk mendapatkan pertolongan medis. Aksi massa ini terjadi sesaat setelah kedua pelaku melakukan aksi penjambretan di wilayah Jalan Ismail Marzuki Cakranegara.

Baca Juga  NTB Gagas Penerbangan Langsung ke Brunei Darussalam

Dalam aksinya para pelaku merampas barang korban seraya mengancam menggunakan senjata tajam. Namun sial, usai beraksi keduanya tertangkap warga. Seperti dikomando, kedua pelaku dihajar hingga babak belur. Selain itu massa juga membakar sepeda motor tersangka. Hasil pemeriksaan, kedua pelaku merupakan spesialis jambret dan residivis curas. Selain itu tercatat sebagai DPO Polres Lombok Timur dan Polres Mataram. Tersangka tercatat sudah melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) sebanyak 10 kali di wilayah hukum Polres Mataram. (JEN/SR)

 

iklan bapenda