Kerato Angin Laut Kembali Bergolak, Ratusan Kuda Bertarung

oleh -15 views
Jatanras milik Harirustaman Obe Kanit Buser Polres Sumbawa membuka kemenangan di Ren I pada hari pertama
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (13/05/2017)

Kerato Angin Laut Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, kembali bergolak dan meriah. Pasalnya di arena milik Dr. H. Zulkieflimansyah tersebut digelar Lomba Pacuan Kuda Tradisional dan Gebyar Budaya. Event tahunan ini diselenggarakan oleh Yayasan Dea Mas bekerjasama dengan Pemerintah Desa Penyaring dan didukung PLN pusat dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT). Kegiatan yang berlangsung dari 13 Mei hingga 21 Mei ini diikuti sebanyak 300 kuda lebih dan memperebutkan uang tunai ratusan juta rupiah. Kuda-kuda itu datang dari berbagai kabupaten/kota di NTB maupun luar NTB. Yakni, Sumbawa, KSB, Dompu, Bima, Kota Bima, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, dan Pasuruan Jawa Timur. Dari kuda tersebut terdapat sejumlah kuda legendaris yang setiap event selalu menjadi langganan juara baik juara kelas maupun juara umum. Di antaranya, Putri Ayu milik Baba Nge (Bima), Gadis Villa dan Bintang Nagari milik Doktor Zul (Jakarta), Hibah Istimewa milik AM Imran SH (Sumbawa) dan Bintang Takan kesayangan Ahmad Lamo (Sumbawa).

Ketua Panitia Pacuan Kuda, AM Imran SH

Ketua Panitia Pacuan Kuda, AM Imran SH didampingi Ahmad Lamo saat membuka kegiatan tersebut, Sabtu (13/5) mengatakan, event ini merupakan agenda tahunan yang digelar Yayasan Dea Mas untuk melestarikan budaya Sumbawa, mengembangkan pariwisata dan peternakan. Event ini juga dilaksanakan untuk hiburan rakyat. Sebab selain siang hari menyaksikan ratusan kuda bertarung, malam harinya mereka menikmati Lomba Karaoke dan Qasidah Rabana Lintas Paroso yang dipersembahkan Fakultas Ilmu Budaya IISBUD Sarea. Keberadaan event tersebut tentu memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitar dan lainnya. Ekonomi setempat menggeliat dengan munculnya usaha ekonomi baru. Buktinya di sekitar arena terdapat warung-warung makan yang dikelola oleh masyarakat local maupun pendatang dari Lombok dan Bima. Mereka bebas berusaha tanpa dipungut sewa tempat.

Baca Juga  Inspektorat Sumbawa Cek Realisasi ADD 2015

Panitia juga bekerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) untuk menggelar program home schooling bagi anak-anak yang menjadi joki cilik. Para joki ini masih di usia sekolah, dan ketika mengikuti event tersebut otomatis mereka akan ketinggalan pelajaran. Untuk itu joki cilik tetap mendapatkan haknya sebagai pelajar. “Inilah keunikan dari lomba ini, karena kuda pacuan ditunggangi anak-anak berusia 6 sampai 8 tahun,” ungkap Imran yang juga salah satu pejabat di Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumbawa.

Terkait lomba pacuan kuda tersebut, Imran menyebutkan ada 15 kelas yang diperlombakan mulai dari Kelas TK hingga Dewasa F. Selain memperebutkan juara kelas, kuda pacuan itu juga akan memperebutkan 7 juara umum. Untuk juara kelas, panitia menyediakan uang tunai. Juara I mendapat Rp 7,5 juta, juara II 5 juta, juara III 3 juta dan juara hiburan (IV, V, VI) masing-masing Rp 750 ribu. Demikian dengan juara umum, juara I Rp 5 juta, juara II 3 juta dan juara III Rp 1,5 juta serta juara hiburan Rp 750 ribu.

Jatanras milik Obe Kanit Buser Polres Sumbawa masuk Garis Finish

Pantauan SAMAWAREA di Arena Pacuan Kuda siang tadi, Jatanras milik Harirustaman Obe Kanit Buser Polres Sumbawa membuka kemenangan di Ren I pada hari pertama. Dari mulai box start, kuda berbulu hitam ini memimpin bersaing ketat dengan Cantik Mas milik Saki Karang Cemes. Namun pacu Jatanras tetap konsisten sehingga mampu mencapai garis finish lebih awal. Berada di urutan ketiga setelah Cantik Mas adalah Merpati Putih milik Rendy Lombok Timur. Selanjutnya Ren II, Cita Citata—kuda legendaris milik Kapten Suhailik Kodim 1607 Sumbawa mampu membuktikan ketangguhannya. Berada di belakangnya Anak Langit (Vivit Senampar) dan di urutan ketiga Seksi Ola milik Kolonel Arif Hartono (Sumbawa).

Baca Juga  Sampar Bontong Lunyuk Siap Nikmati Layanan Telekomunikasi 4G LTE

Keunggulan Jatanras dan Cita Citata, juga diraih Sakura yang berpacu di Ren III Kelas TK A. Kuda berbulu merah milik Doktor Zul (Jakarta) menjadi yang tercepat, meski sempat bersaing ketat dengan Escobar (Syafruddin Kades Baru) di urutan kedua, dan Kaya Kiti (Rehan Pati Berare) urutan ketiga. Untuk diketahui pada hari pertama ini panitia memperlombakan beberapa kelas yaitu TKA dengan 8 Ren, Kelas OA 8 Ren, Harapan A 4 Ren, Dewasa A, dan Dewasa C. (JEN/SR)

 

 

iklan bapenda