PKS Gelar Ngaji Budaya dan Lomba Baca Kitab Kuning

oleh -2 views
bankntb

MATARAM, SR (08/05/2017)

Sebagai bentuk perhatian dalam melestarikan sekaligus mengembangkan budaya, Bidang Seni dan Budaya DPW-PKS NTB menginisiasi beberapa kegiatan budaya melalui acara ‘Ngaji Budaya dan Peluncuran Lomba Baca Kitab Kuning’. Kegiatan yang digelar di Aula Taman Budaya Kota Mataram, Ahad (7/5) malam ini meliputi Pentas Seni, Ngaji Takepan dan Dialog Budaya. Kegiatan yang mengangkat tema ‘Memperkokoh Keindonesiaan Kita Menyongsong Kebangkitan Nasional’ ini menghadirkan Anggota Fraksi PKS DPRD NTB, Majelis Masyarakat Adat Sasak NTB, Paguyuban Adat Budaya Sasak, Persatuan Pemuda Sasak NTB dan Sanggar Seni Budaye Sakti Kampung Adat Sade. Hadir juga HL Bayu Windiya dan H Johan Rosihan ST selaku pembicara pada Dialog Budaya. “Selain melestarikan atau mengembangkan budaya Islam di NTB ini, kita juga ingin lebih mengenal nilai-nilai budaya sekaligus memahami budaya dalam memperkokoh jati diri,” kata Ketua Panitia, Syawaluddin SE dalam laporannya.

Acara ini juga dimaksudkan untuk menepis adanya anggapan bahwa PKS bukanlah partai elit yang eksklusif sebagaimana digembar-gemborkan. Selain itu melalui acara ini PKS bermaksud menangkal adanya radikalisme dan terorisme serta mengenal nilai budaya umat muslim di NTB. “Intinya kami berharap dan menginginkan agar jangan sampai kita lupa nilai budaya dan kita harus memahami budaya leluhur kita. Kalau kata pepatah, jangan seperti kacang lupa kulitnya,” ucapnya seraya mengajak semua pihak menyatukan langkah bergerak mendukung melestarikan dan mengembangkan budaya.

Baca Juga  Hanura Peduli, Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Di bagian lain Syawal—akrab pria yang juga Ketua Bidang Seni dan Budaya DPW PKS NTB ini disapa menyebutkan keigatan ini terselenggara berkat dukungan anggota DPRD NTB dari Fraksi PKS terutama H Johan Rosihan ST. “Atas dukungan dan kerjasama ini kami seluruh panitia mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Johan Rosihan,” ucapnya.

Johan Rosihan ST

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD NTB, H Johan Rosihan ST dalam sambutannya, memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, acara ini sangat positif dan perlu didukung. Hal ini mengingat pentingnya memahami nilai-nilai budaya, sehingga menjadi sesuatu alasan untuk terus dilestarikan sebagaimana yang dilakukan para leluhur terdahulu.

Kedepan Bang Jo—sapaan politisi ini berharap Bidang Seni dan Budaya DPW PKS menjalin kerjasama dengan Taman Budaya, sehingga bisa mengakomodir, merealisasikan serta memfasilitasi kalangan muda atau paguyuban untuk kesinambungan terlaksananya kegiatan serupa. “Jangan sampai kita asing dengan Taman Budaya. Karena Taman Budaya ini adalah rumah kita,” tuturnya.

Di bagian lain Bang Jo menyatakan bahwa pendidikan harus disandingkan dengan kebudayaan. Selama ini diakui pria asal Sumbawa ini, pendidikan masih jauh dari kebudayaan. Padahal pendidikan dan kebudayaan disatukan dalam kurikulum. “Nah ini dia yang menjadi PR kita bersama. Karena budi pekerti hilang dalam pendidikan kita. Untuk itu, saya ingin membawa ruh kehidupan budaya bisa berjaya dalam mengembalikan harkat dan martabat kita,” tandasnya. (NA/SR)

iklan bapenda