Jelang Ramadhan Diperindag Bentuk Tim Survei Pasar

oleh -2 views
bankntb

Antisipasi Harga Menggila

SUMBAWA BARAT, SR (09/05/2017)

Menjelang Ramadhan biasanya sembako merangkak naik. Bahkan harganya menggila. Untuk mengantisipasi lonjakan harga ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Disperindag dan UMKM membentuk Tim Survei Pasar yang melibatkan TNI dan Polri.

Kepala Dsiperindag dan UMKM KSB, Amin Sudiono yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Senin (8/4) mengakui jika saat ini kondisi pasar belum mengkhawatirkan karena harga sembako masih stabil. Meski ada beberapa yang naik namun masih bisa dijangkau masyarakat. Sebaliknya ada juga harga bahan poko yang turun seperti cabai yang sebelumnya Rp 150 ribu per kilogram kini berkisar Rp 60-70 ribu per Kg. Kendati demikian perlu diantisipasi. Sebab belajar dari tahun-tahun sebelumnya bahwa setiap menjelang Ramadhan harga bahan pokok selalu naik mengingat banyaknya permintaan sementara persediaan sedikit yang dengan sendirinya harga melambung tinggi. “Kami antisipasi dengan membuat Tim Survei Pasar melibatkan TNI dan Polri. Tim ini akan memantau harga pasar, dan jenis makanan apa yang dijual di pasaran termasuk merazia bahan makanan dan minuman yang kadaluarsa,” ungkapnya.

Kepala Disperindag dan UMKM KSB, Amin Sudiono

Ketika hasil survey menunjukkan harga bahan pokok naik dan sulit dijangkau masyarakat, ungkap Amin, pihaknya akan berkoordinasi dengan propinsi untuk melakukan intervensi dengan cara mendistribusi bahan pokok yang dibutuhkan hingga harga sudah stabil. Selain memantau harga dan kegiatan lainnya, sambung Amin, tim ini juga mensosialisasikan Permendagri 154 tentang harga eceran tertinggi (HET) terhadap tiga bahan pokok yaitu minyak goreng, gula dan daging beku. Harga yang ditentukan Permendagri untuk minyak goreng Rp 11.000/liter, gula Rp 12.000/Kg, dan daging beku Rp 80.000/Kg. sedangkan daging segar tidak diatur disesuaikan dengan permintaan pasar. Jika ditemukan pedagang menjual di atas harga yang sudah ditentukan tim akan memberikan sanksi berupa peringatan pertama hingga pencabutan ijin jual. (HEN/SR)

 

iklan bapenda
Baca Juga  Gubernur Dorong IKM/UMKM Naik Kelas