Wabup Sumbawa Narasumber Temu Usaha dan Pasar Lelang di Aceh

oleh -1 views
bankntb

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN PEMDA KABUPATEN SUMBAWA

ACEH, SR (08/05/2017)

amdal

Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah didaulat menjadi pembicara utama kegiatan Temu Usaha dan Pasar Lelang PENAS XV Aceh 2017, di Aula Lantai IV Teather Sultan Iskandar Muda Lembaga Administrasi Negara RI – Aceh, Minggu (7/5). Penunjukan Wakil Bupati Sumbawa secara mendadak itu karena dipandang Sumbawa termasuk daerah yang tingkat produksi sangat tinggi di NTB. Bahkan lebih dari itu Dewan Jagung Nasional (DJN) berharap agar di Sumbawa segera dibuatkan Rumah Potong Hewan (RPH) sebagai bentuk integrasi pertanian jagung dengan peternakan. “Jagung sekarang ini memang menjadi primadona. Kita inginkan agar daerah daerah tertentu termasuk Kabupaten Sumbawa memberikan motivasi bagi daerah lain di Indonesia ini,’’ kata Sekretaris Dewan Jagung Nasional (DJN), Maxdeyul Sola kepada wartawan.

Dia berharap agar Kabupaten Sumbawa bisa melakukan inovasi intergasi. Selain memang dikenal banyak ternaknya agar bisa terintergasi dengan jagung. Artinya juga akan ada nilai tambah bahwa limbah jagung bisa termanfaatkan untuk ternak. Selain daging sapi sendiri juga jenis ternak lainnya. Dengan demikian yang akan keluar dari Kabupaten Sumbawa nantinya misalnya ayam, selain daging juga telur dan tentu jagungnya sendiri. Pada kegiatan ini sebagai narasumber utama yaitu Wakil Bupati Sumbawa, Bupati Dompu dan Bupati Lamongan.

Menunjuk tiga kepala daerah sebagai narasumber karena memiliki karakteristik yang berbeda dari sisi integrasi jagung dengan sector lainnya. Misalkan Lamongan terintergrasi dengan lahan, Dompu mendorong perkembangan produktivitas jagung, Sumbawa terinterasi dengan peternakan, kehutanan dan pariwisata. “Selain alasan tersebut karena Kabupaten Sumbawa saat ini jagungnya sudah besar sehingga di acara ini perlu disosialisasikan,” katanya.

Baca Juga  Pabrik Pengolahan Ikan Berskala Dunia Beroperasi di Teluk Santong

Di sela-sela pertemuan lagi-lagi Sola menyampaikan rasa penyesalannya karena tidak memperhatikan Kabupaten Sumbawa sejak awal jagung mulai digalakkan. “Terus terang saya berdosa dengan Kabupaten Sumbawa. Dulu kami menanam jagung di hamparan lahan yang relatif kecil. Padahal lahannya luas dan produktif,” ujarnya.

Di hadapan para peserta Wabup Mahmud Abdullah menjelaskan bahwa tanaman jagung di Kabupaten Sumbawa adalah tanaman terintegrasi yaitu tanaman jagung juga menjadi tanaman peternakan, sehingga yang akan dikembangkan di Kabupaten Sumbawa adalah “tanaman jagung terintegrasi”. Adapun luas areal tanam jagung secara keseluruhan hampir menyamai luas salah satu daerah kabupaten di NTB yakni Kabupaten Dompu. Pada tahun 2017 ini saja luas lahan tanaman jagung sekitar 101.000 hektare. Karena itu, apa yang diharapkan Dewan Jagung Nasional (DJN) termasuk rencana pembangunan RPH menjadi masukan sangat positif dan akan segera ditindaklanjuti.

Turut mendampingi Wakil Bupati Sumbawa antara lain Kepala Dinas Peternakan dan Keswan yang juga mantan Kepala Dinas Pertanian TPH Kabupaten Sumbawa Ir. Talifuddin, M.Si, Camat Moyo Utara Tajuddin SH, Sekretaris Kominfo Rachman Ansori, MSE, H. Sahri, SP Kabid Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa. (JEN/SR/*)

 

 

iklan bapenda