Penyelidikan Mobil Ambulance Emergency Terus Dikebut

oleh -10 views
Ini salah satu fungsi mobil ambulance emergency, merujuk pasien ke luar daerah dengan menjaga kondisi tetap stabil mengingat peralatan medis yang dimiliki sangat lengkap
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (06/05/2017)

Penyelidikan kasus dugaan penyimpangan pengadaan mobil ambulance emergency di RSUD Sumbawa terus dikebut pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa. Hampir setiap hari ada saja yang dipanggil dan dimintai keterangan oleh Tim Pidana Khusus. Kali ini giliran Kabid Pelayanan RSUD, dr. Putu Purnama dan Kasi Penunjang Medis, Mulawarman S.IP. dr Putu Purnama diperiksa Jumat (5/5) kemarin sejak pukul 09.00 hingga 11.00 Wita, sedangkan Mulawarman diperiksa sejak pukul 14.00 Wita.

amdal

Informasi yang diserap SAMAWAREA, dr Putu ditanya soal spesifikasi ambulance emergency itu. Dalam keterangannya dr Putu mengaku diminta menganalisa kebutuhan ambulance emergency oleh IGD. Namun dokter ramah ini mengaku tidak mengetahui dariman pengusulan ambulance tersebut. Sementara Mulawarman yang ditemui sebelum diperiksa, mengaku saat itu dia disodorkan spesifikasi ambulance emergency oleh Bagian Program RSUD Sumbawa. Terkait spesifikasi itu Ia langsung berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Emergency yang juga Kepala IGD, dr. Jollis selaku pengguna. Dia ingin memastikan apakah spesifikasi itu benar dan sesuai dengan yang diinginkan. Setelah dr Jollis memastikannya, Mulawarman kemudian menandatangani dan menyodorkannya ke Kabid Pelayanan. “Saya hanya sekedar mengetahui saja. Mengenai spesifikasi ambulance itu, saya tidak tahu-menahu. Demikian anggarannya itu ada pada Bagian Aset Setda Sumbawa,” akunya.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sumbawa, Anak Agung Raka PD, SH yang ditemui di sela-sela pemeriksaan mengaku masih banyak saksi yang akan diperiksa. Surat panggilan saksi-saksi tersebut sudah dilayangkan dan pemeriksaannya diagendakan dua minggu lagi.

Baca Juga  Kerap Perkosa Korban, Perampok Bejat ini Ditembak Polisi

Pengadaan mobil ambulance emergency ini diusulkan pada 2015 lalu. Usulannya disampaikan pihak RSUD Sumbawa dan pengadaannya dilakukan Bagian Aset Setda Sumbawa dengan dana senilai Rp 1,9 miliar. Namun diduga terjadi mark-up dalam pengadaannya. (JEN/SR)

iklan bapenda