Kadis Dikbud NTB: Jangan Ada KKN dan Tipu Daya

oleh -0 views
Kadis Dikbud Provinsi NTB, H Muh. Suruji
bankntb

Terkait Penunjukan SMAN 1 Sumbawa ke LCC Provinsi

SUMBAWA BESAR, SR (05/05/2017)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTB, Drs H. Muh. Suruji sangat tidak setuju dengan tindakan Kepala UPT Layanan Dikmen PK/PLK Kabupaten Sumbawa yang menunjuk SMA Negeri 1 Sumbawa mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Provinsi NTB, 23 Mei mendatang. Sebab penunjukan itu tanpa melalui seleksi sebagaimana yang lazim dilakukan setiap tahunnya. Apalagi dia mengetahui SMAN 1 Sumbawa pada seleksi LCC 4 Pilar Kebangsaan tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2016 hanya bertahan di babak penyisihan.

Menurut pejabat low profil ini, semua harus dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. “Tidak boleh ada KKN,” tegasnya. Jika memang yang mewakili kabupaten bukan yang terbaik, lanjut Suruji, jauh lebih bijak untuk tidak melaksanakan di tingkat Provinsi karena itu sama saja dengan tipu daya.

Seperti diberitakan, sejumlah sekolah di Kabupaten Sumbawa kecewa berat. Pasalnya seleksi Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan MPR RI, tidak terlaksana. Padahal seleksi LCC tersebut setiap tahun tetap digelar untuk mencari yang terbaik mewakili Sumbawa pada LCC tingkat Provinsi NTB. Namun ironisnya tanpa seleksi, UPT Layanan Dikmen PK/PLK Kabupaten Sumbawa secara pihak menunjuk SMA Negeri 1 Sumbawa mewakili daerah ini berlaga di LCC Provinsi. Sebelumnya LCC setiap tahun dilaksanakan. Beberapa tahun berturut-turut termasuk Tahun 2016 lalu, SMA Negeri 2 Sumbawa selalu menjadi yang terbaik tingkat kabupaten. Untuk menghadapi LCC Tahun 2017 ini, sejak Januari lalu Tim LCC SMAN 2 Sumbawa sudah melakukan persiapan guna mempertahankan tradisi juara tersebut. Pagi, siang bahkan malam hari, tim ini berikhtiar untuk kembali menjadi yang terbaik. Demikian dengan sekolah lainnya terutama yang menjadi langganan peserta juga berupaya untuk merebut tahta yang kini dikuasai SMAN 2 Sumbawa yang menjadi sekolah unggulan di daerah ini. Seperti biasa seleksi dilakukan di tingkat rayon. Masing-masing juara rayon akan bersaing dan yang terbaik ditetapkan menjadi duta kabupaten. Anehnya pada Tahun 2017 ini, tidak dilakukan seleksi tapi dengan cara main tunjuk. UPT memilih SMAN 1 Sumbawa mewakili kabupaten pada LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi. Yang menjadi pertanyaan, apa kriteria UPT menunjuk SMAN 1 Sumbawa. Padahal beberapa kali digelar LCC, SMAN 1 Sumbawa selalu gugur di babak penyisihan. Justru saingan terberat SMAN 2 Sumbawa di babak final adalah SMAN 1 Alas, MAN 1 dan MAN 2 Sumbawa. Harusnya jika SMAN 2 Sumbawa tidak diikutkan karena dianggap terlalu pintar dan tidak ada saingan, UPT bisa menunjuk SMAN 1 Alas, MAN 1 atau MAN 2 Sumbawa.

Baca Juga  NTB Tampilkan Busana Sasambo pada Parade Nusantara Jambore PKK 2017

UPT Layanan Dikmen PK dan PLK Kabupaten Sumbawa, Lalu Manan S.Pd, mengakui adanya penunjukkan tersebut. Hal tersebut terpaksa dilakukan karena tidak adanya anggaran seleksi. Selain itu waktu untuk melakukan seleksi sangat terbatas. Manan—akrab dia disapa, mengakui jika cara penunjukkan tersebut tidak profesional. “Kami akui itu. Tapi kami mau dapat biaya darimana untuk seleksi ini,” akunya singkat. (JEN/SR)

iklan bapenda