BEI Ajari Mahasiswa UTS Cara Berinvestasi

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (05/05/2017)

Bursa Efek Indonesia (BEI) menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menggiatkan sosialisasi. Selain mengenalkan cara berinvestasi juga memberikan wawasan untuk memilih investasi yang aman. Salah satu target sosialisasi adalah kalangan akademisi. Seperti yang dilakukan di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Jumat (5/5) siang tadi.

Superviser BEI Denpasar, Agus Andiyasa yang ditemui SAMAWAREA, mengakui jika kegiatan tersebut disambut antusias mahasiswa setempat. Sebab mahasiswa diedukasi untuk menjadi pengusaha atau orang yang sukses. Dalam kegiatan ini ungkap Agus, pihaknya selalu menggandeng OJK untuk meningkatkan literasi keuangan di tingkat mahasiswa. Ia berharap mahasiswa ini menjadi penyambung lidah kepada masyarakat untuk mengenalkan pasar modal.

Dari data tercatat sebutnya, jumlah investor di NTB 2016 sudah bertumbuh 50 persen dari Tahun 2015 yaitu 1.034 orang menjadi 1.533 pada Tahun 2016. Pertumbuhan ini sebagai dampak dari giatnya edukasi dan sosialisasi yang dilakukan melalui Galeri Investasi. “Kebetulan di UTS ada galeri investasi sebagai bagian dari kerjasama dengan BEI dan perusahaan sekuritas. Di Mataram ada di UNRAM dan UMM. Mereka kita ajak kerjasama untuk mengedukasi dan mensosialisasi pasar modal kepada masyarakat,” tambahnya.

Berinvestasi di pasar modal itu sangat mudah, tidak sesulit yang dibayangkan. Di Pasar Modal semua bisa berinvestasi termasuk mahasiswa. Berinvestasi tidak mengenal pekerjaan, pendidikan, dan umur. Bahkan yang tidak melek IT juga bisa berinvestasi. BEI akan memberikan aplikasi online system dari perusahaan sekuritas yang memudahkan untuk melakukan transaksi jual beli. “Jadi mahasiswa tadi diajar cara berinvestasi. Bahwa cara berinvestasi di pasar modal itu mudah dan murah. Dengan deposit 100 ribu sudah bisa karena harga saham termurah di BEI 50 rupiah,” bebernya.

Baca Juga  Kolaborasi Rumah Zakat dan Pemprov NTB Bangun Kebun Gizi di Kelurahan Bugis  

Sementara Agus Munthalib selaku Perwakilan OJK Pusat, mengatakan pelibatan pihaknya dalam kegiatan ini agar masyarakat terutama mahasiswa dapat mengenal bagaimana berinvestasi secara aman. Sebab banyak investasi bodong yang memberikan penawaran menarik dengan keuntungan yang besar namun pada kenyataannya merugikan masyarakat. “Mahasiswa menjadi garda terdepan yang diharapkan dapat mengedukasi masyarakat agar tidak menjadi korban investasi bodong,” katanya.

Ia menyinggung Galeri Investasi yang ada di UTS dapat menjadi salah satu media dalam mengenalkan pasar modal dan investasi kepada masyarakat Sumbawa. Masyarakat dapat mengetahui, ketika perusahaan penghimpun dana tidak memiliki ijin OJK maka patut dicurigai ada unsure investasi ilegal. Sebab kewajiban untuk mengelola dana itu harus terdaftar di OJK. OJK siap menerima aduan siapapun ketika merasa dirugikan atas adanya investasi ilegal. Laporan masyarakat ini akan ditangani Satgas Waspada Investasi yang salah satu anggotanya adalah OJK. “Kita akan memprosesnya hingga ke ranah hukum,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda